Skip to content

Demi Keselamatan Crew, Maersk Pastikan Belum Kembali Berlayar Via Laut Merah

Maersk, perusahaan pelayaran kontener terbesar kedua global, akan melanjutkan peralihan melalui Tanjung Harapan, Afrika dan belum kembali untuk berlayar via Laut Merah hingga ketegangan di kawasan tersebut benar-benar mereda. Maersk tidak mau berspekulasi dan lebih mengutamakan keselamatan crew, kargo, dan kapal itu sendiri.

Hal tersebut ditegaskan Maersk dalam pernyataannya resminya yang di-release pada Jumat, 24 Januari, 2024.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Melalui pernyataan tersebut, Maersk menyambut positif gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada warga Gaza yang terdampak. Namun, perusahaan menekankan bahwa prioritas utama mereka adalah keselamatan awak kapal, kapal itu sendiri, dan juga kargo yang diangkut.

“Kami mengambil keputusan ini demi mengoptimalkan stabilitas dan kepastian dalam rantai pasokan global. Kembali ke area tersebut tanpa memastikan keselamatan rute secara penuh bisa mempengaruhi jaringan kami, yang dapat menimbulkan tantangan baik dari sisi operasional maupun manajerial dalam pengelolaan rantai pasokan,” ungkap Maersk dalam pernyataannya.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Selain itu, Maersk juga memastikan bahwa kolaborasinya dengan Hapag-Lloyd dan Gemini Cooperation akan tetap berjalan sesuai rencana, dimulai pada 1 Februari. Kapal-kapal yang beroperasi dalam aliansi ini juga akan terus mengalihkan rute mereka melalui Tanjung Harapan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.