Dalam dua minggu mendatang, dunia pelayaran akan mengalami perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu dekade terakhir, seiring dengan perombakan besar-besaran aliansi pelayaran yang berlangsung di jalur perdagangan utama Asia-Eropa.
Per 1 Februari nanti, satu-satunya aliansi yang tetap utuh adalah Ocean Alliance, yang terdiri dari COSCO, OOCL, CMA CGM, dan Evergreen. Ocean Alliance juga, menurut analisis yang dilakukan oleh Linerlytica, sebuah konsultan pelayaran peti kemas yang berbasis di Asia, diperkirakan akan menjadi pemain dominan, dengan pangsa pasar terbesar dan jangkauan pasar terluas di tahun 2025.
Senada dengan analisis Linerlytica, Alphaliner memprediksi Ocean Alliance akan mengoperasikan sekitar 390 kapal peti kemas dengan kapasitas hampir 5 juta TEU.
Sementara itu, pada saat yang sama, THE Alliance akan berubah menjadi Premier Alliance dengan anggota utama Ocean Network Express (ONE), HMM, dan Yang Ming Marine Transportation.
Mediterranean Shipping Co. (MSC) terlihat akan berjalan sendiri dan akan mengakhiri aliansinya dengan Maersk – 2M – yang sudah berjalan lama. MSC akan mengembangkan pelayarannya sendiri tanpa bergabung dengan salah satu aliansi. Pada akhir Januari nanti, MSC akan mengambil alih rute 2M tanpa keterlibatan Maersk dengan sebagian besar operasional berjalan secara independen.
Di sisi lain, Maersk bersama Hapag-Lloyd akan bergabung membentuk aliansi baru yakni Gemini Alliance. Aliansi Gemini akan mencakup perdagangan hampir pada semua rute, termnasuk, Asia – Eropa Utara, Asia – Mediterania, Timur Tengah – Eropa, Timur Tengah, India – Mediterania, Asia – Timur Tengah, Asia – Pantai Timur AS, Asia – Pantai Barat AS, dan Transatlantik.
Linerlytica mencatat, Gemini Alliance akan menjadi aliansi terkecil, dengan jumlah pelayaran mingguan yang paling sedikit pada tahun 2025.
Sementara itu, Ocean Alliance akan memiliki posisi dominan di jalur Trans-Pasifik dengan 15 pelayaran menuju pantai barat dan delapan pelayaran menuju pantai timur. Aliansi ini juga akan memperluas jangkauan ke Eropa Utara, dengan menambah layanan ketujuh, yang menyamakan cakupan mereka dengan MSC.
Di sisi lain, MSC diperkirakan tetap menjadi pemain dominan di jalur Mediterania, dengan jalur Swiss yang menawarkan enam layanan mingguan.
Kini, perhatian beralih pada seberapa lancar proses perombakan aliansi ini akan berjalan. “Kami percaya bahwa perombakan aliansi yang akan datang dapat mengganggu jadwal dan pengumuman tarif resmi setelah pelantikan Presiden terpilih Trump. Hal ini bisa menghentikan penurunan tarif yang tajam dan mempertahankan tarif pada level yang relatif tinggi pada paruh pertama 2025, yang akan menjadi kabar baik bagi negosiasi kontrak Trans-Pasifik,” demikian pernyataan dalam laporan pasar liner terbaru yang diterbitkan oleh HSBC.
Analis dari Sea-Intelligence, yang berbasis di Kopenhagen, berpendapat bahwa karena pengumuman jaringan aliansi baru telah terjadi lebih dari empat bulan sebelumnya, perusahaan-perusahaan pelayaran tersebut seharusnya memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan transisi yang lancar ke jaringan baru mereka.
“Tentu saja, akan ada beberapa tantangan operasional yang tidak bisa dihindari, mengingat ratusan kapal akan mengubah jadwal mereka. Namun, ini terjadi pada musim sepi setelah Tahun Baru Imlek, dan diharapkan dapat dikelola dengan baik,” kata Sea-Intelligence dalam laporan mingguan terbarunya.
Article ini diisadur dari sejumlah sumber

