Skip to content

ICTSI Investasi $580 Juta untuk Pengembangan Pelabuhan

Foto: Manila International Container Terminal, salah satu terminal ICTSI

International Container Terminal Services Inc. (ICTSI), operator pelabuhan global asal Filipina, akan melakukan investasi sebesar $580 juta pada tahun ini (2025). Investasi ini akan dialokasikan untuk meng-upgrade pelabuhan-pelabuhannya yang tersebar di sejumlah negara.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Keputusan untuk melakukan investasi sebesar itu dilakukan menyusul keuntungan besar yang diperoleh salah satu operator terminal petikemas terkemuka tersebut pada tahun 2024. Tahun lalu, menurut laporan keuangan perusahaan, ICTSI membukukan laba sebesar $850 juta.

“Neraca keuangan kami kokoh. Ini memberikan kami kekuatan finansial dan fleksibilitas untuk menangkap peluang baru serta berinvestasi dalam proyek-proyek yang sudah ada,” kata ICTSI sebagaimana dikutip Media Maritime Executive.

Beberapa proyek utama yang direncanakan dalam pendanaan tahun ini antara lain pengembangan terminal baru ICTSI di Bauang, Batangas, Filipina – Luzon International Container Terminal (LICT) – yang sudah diumumkan pada Oktober tahun lalu.

Dengan dana yang sudah tersedia, pembangunan LICT diperkirakan akan dimulai pada kuartal kedua 2025. Terminal senilai $800 juta ini dijadwalkan selesai pada tahun 2028 dan akan menjadi investasi terminal maritim swasta terbesar di Filipina.

Selain itu, ICTSI juga merencanakan ekspansi di Matadi Gateway Terminal (MGT) Republik Demokratik Kongo (DRC). Beberapa proyek utama akan dilaksanakan tahun ini di terminal tersebut untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan kepada pelanggan.

Salah satu langkah besar yang dilakukan adalah pembangunan jalan sepanjang 2,65 kilometer yang menghubungkan Pelabuhan Matadi dengan jaringan jalan raya nasional. Tahap pertama pembangunan jalan yang mencakup 1,75 kilometer selesai pada Juni tahun lalu, sementara tahap kedua dimulai bulan lalu.

Setelah akses jalan yang ditingkatkan selesai, diharapkan waktu tunggu peti kemas akan berkurang dan pengiriman kargo menjadi lebih lancar. Pelabuhan Matadi adalah pelabuhan utama yang melayani ibu kota Kinshasa dan daerah sekitarnya.

Proyek ekspansi lainnya mencakup penyelesaian perluasan Tahap 3 Terminal Contecon Manzanillo di Colima, Meksiko, serta peningkatan peralatan di Terminal Rio Brasil di Brasil.

Namun, ICTSI juga masih terlibat dalam sengketa hukum dengan Maersk terkait pengoperasian Durban Container Terminal Pier 2 (DCT2) di Afrika Selatan. Sidang kasus tersebut berlanjut di Pengadilan Tinggi KwaZulu-Natal pekan lalu.

Maersk, melalui anak perusahaannya APM Terminals, mengajukan banding untuk meminta peninjauan kembali keputusan Transnet yang memberikan konsesi DCT2 kepada ICTSI, dengan alasan adanya penyimpangan dalam proses pemberian tender.

Selama lebih dari setahun, terminal tersebut vakum dan tanpa operator. Konsesi ini merupakan bagian dari inisiatif privatisasi Transnet untuk mengatasi inefisiensi pelabuhan di Durban dan pelabuhan utama lainnya di Afrika Selatan.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Sebagai informasi, saat ini ICTSI mengoperasikan 32 terminal di 19 negara di dunia dengan total throughput tahun 2024 diperkirakan mencapai 13.07 juta TEUs, naik 2% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menjadikan ICTSI masuk dalam 10 besar operator pelabuhan global.