Vietnam menawarkan pajak impor 0% ke Amerika Serikat sebagai negosiasi atas keputusan AS menaikkan tariff timbal balik sebesar 46% kepada negara tersebut. Sementara itu, Kamboja mengajukan pemotongan hingga hanya 5%.
Hal tersebut disampaiakan secara langsung dalam sambungan telepon Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc dengan Presiden Donald sebagaimana dilaporkan Reuters dan Xinhua. Sementara itu, pemimpin Kamboja mengirim surat yang mengusulkan tarif impor sebesar 5% untuk produk-produk AS.
Reuters melaporkan pada Jumat kemarin Presiden Trump dan Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc sepakat untuk melanjutkan pembicaraan mengenai penghapusan tarif. Kedua pemimpin menganggap panggilan telepon tersebut “sangat produktif”, dengan Vietnam berusaha menghindari bea masuk sebesar 46% yang baru diumumkan oleh AS.
Beberapa hari sebelum pengumuman Trump tentang tarif timbal balik yang sangat berdampak pada Vietnam, negara tersebut telah memangkas sejumlah tarif dalam serangkaian konsesi kepada AS. Konsesi ini termasuk komitmen untuk membeli lebih banyak produk AS, seperti pesawat dan produk pertanian.
Trump menuliskan di platform media sosialnya, Truth Social, “Baru saja melakukan panggilan telepon yang sangat produktif dengan Nguyen Xuan Phuc, yang memberi tahu saya bahwa Vietnam ingin memangkas tarif mereka hingga 0% jika dapat mencapai kesepakatan dengan AS.”
Trump melanjutkan, “Saya mengucapkan terima kasih atas nama negara kita dan mengatakan saya menantikan pertemuan lebih lanjut.”
Perdana Menteri Vietnam, Phuc, mengonfirmasi panggilan telepon tersebut dan menyatakan janji untuk mengurangi tarif atas produk-produk AS. Ia juga mengusulkan agar AS menerapkan tarif yang setara untuk barang-barang yang diimpor dari Vietnam.
“Kami akan terus berunding untuk segera menandatangani perjanjian bilateral mengenai tarif,” ujar laporan dari portal pemerintah Vietnam, yang diterbitkan setelah unggahan Trump.
Selain itu, pemerintah Vietnam menyampaikan Trump menerima undangan untuk mengunjungi Vietnam dalam waktu dekat. Negara Asia Tenggara ini, yang merupakan pusat manufaktur utama bagi banyak perusahaan Barat, memiliki surplus perdagangan dengan AS yang melebihi $123 miliar pada tahun lalu.
Saham perusahaan seperti Nike, Adidas, dan Puma mengalami penurunan tajam setelah Vietnam menjadi sasaran tarif 46% pada hari Rabu. Vietnam merupakan pusat industry sepatu global. Namun, saham-saham tersebut mulai pulih setelah unggahan Trump pada hari Jumat.
Jika tidak ada kesepakatan, tarif 46% atas impor dari Vietnam akan diberlakukan mulai 9 April. Indeks saham AS pun turun 8,1% sejak pengumuman tarif tersebut.
Vietnam juga sedang mempersiapkan misi ke AS minggu depan yang diharapkan akan menyelesaikan kesepakatan pembelian pesawat Boeing oleh maskapai Vietnam, menurut dokumen yang dilihat oleh Reuters.
Sementara itu, Kamboja juga mengajukan permintaan kepada AS pada Jumat lalu untuk menunda penerapan tarif 49% atas produknya. Tarif timbal balik AS terhadap Kamboja dan Vietnam adalah yang tertinggi.
“Sebagai ungkapan itikad baik kami dan untuk memperkuat hubungan perdagangan bilateral, Kamboja berkomitmen untuk menurunkan tarif impor 19 kategori produk dari tarif maksimum 35% menjadi tarif 5%,” kata Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, dalam surat yang ditujukan kepada Trump. Surat tersebut juga menyebutkan bahwa Kamboja siap berunding dengan pemerintah AS pada waktu yang tepat.
Hun Manet menegaskan bahwa Kamboja akan terus berkomitmen untuk berdialog secara konstruktif dengan AS guna memperdalam hubungan perdagangan bilateral yang saling menguntungkan.

