Skip to content

Tarif Sewa Kapal Tanker dan Premi Asuransi Berangsur Turun Pasca Genjatan Senjata Israel-Iran

Menyusul gencatan senjata Israel-Iran setelah berperang selama 12 hari, biaya sewa kapal tanker dan premi asuransi kapal yang melewati Kawasan Teluk kembali berangsur turun. Hal tersebut disampaiakan sejumlah sumber sebagaimana ditulis Reuters.

Israel dan Iran menyepakati gencatan senjata pada Selasa (24/6/2025), mengakhiri ketegangan selama hampir dua pekan terakhir yang sempat mengguncang pasar energi global.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Sebelumnya, konflik antara kedua negara memicu kekhawatiran serius di jalur pelayaran Selat Hormuz, titik transit vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Ketegangan itu sempat mendorong harga minyak mendekati angka 100 dollar AS per barel dan memicu kenaikan tarif sewa kapal tanker hingga dua kali lipat. Tariff sewa kapal tanker VLCC (Very Large Crude Carrier), misalnya,  sempat menyentuh angka 60.000 dollar AS per hari selama pecahnya perang, naik dari kisaran 20-30.000/hari sebelum meletusnya terjadinya perang.

Namun, pada Kamis (26/6), tarif sewa VLCC telah turun ke kisaran 50.000 dollar AS per hari. Penurunan ini dipandang sebagai respons langsung atas meredanya risiko geopolitik di kawasan tersebut.

“Tarif tanker memang mulai turun setelah gencatan senjata Israel – Iran,” ujar Omar Nokta, analis dari perusahaan keuangan Jefferies, dalam catatannya kepada klien.

Langkah antisipatif juga dilakukan sejumlah negara. Pemerintah Yunani, misalnya, mulai melonggarkan pedoman pelayaran untuk armada niaga mereka di kawasan Teluk. Jika sebelumnya kapal-kapal diminta melaporkan rute pelayaran mereka secara khusus saat melintasi Selat Hormuz, kini ketentuan tersebut tidak lagi diwajibkan.

“Situasi tampaknya membaik,” demikian pernyataan Shipping Ministry, Yunani.

Penurunan ketegangan turut memengaruhi premi asuransi risiko perang untuk pelayaran di Teluk. Menurut sumber industri asuransi, premi kini berada di kisaran 0,35 hingga 0,45% dari nilai kapal, turun dari puncaknya 0,5 persen pada awal pekan. Sebagai perbandingan, premi normal dalam beberapa bulan terakhir berada di kisaran 0,3 persen.

Penurunan ini berdampak langsung terhadap biaya operasional pelayaran selama tujuh hari. Dengan nilai kapal yang tinggi, selisih premi sekecil apa pun dapat berarti penghematan puluhan ribu dollar AS per hari.

“Tarif jelas melunak,” kata David Smith, kepala divisi kelautan pada pialang asuransi McGill and Partners. “Meskipun premi perang masih relatif tinggi, banyak perusahaan asuransi yang kini kembali bersedia menanggung risiko. Dikombinasikan dengan membaiknya situasi politik, hal ini berdampak pada penurunan biaya. Tapi kita juga harus ingat, kondisinya masih sangat dinamis.”

Kendati demikian, pernyataan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kembali mengingatkan bahwa stabilitas di kawasan masih jauh dari kata pasti. Dalam pidato pertamanya setelah gencatan senjata, yang disiarkan televisi nasional pada hari Kamis, Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan ragu untuk menyerang pangkalan militer Amerika di Timur Tengah jika terjadi agresi lebih lanjut dari pihak AS.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Sumber: Reuters