Skip to content

Semester I 2025, Shanghai Tangani 27,06 Juta TEUs, Naik 6,1%

Pelabuhan Shanghai kembali menegaskan dominasinya sebagai pelabuhan kontainer terbesar dan tersibuk global. Sepanjang paruh pertama tahun ini (semester I 2025), pelabuhan ini mencatat arus peti kemas sebesar 27,065 juta TEUs (twenty-foot equivalent units), naik 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar datang dari Kawasan Yangshan, yang menangani 14,056 juta TEUs atau setara 51,9 persen dari total arus peti kemas Shanghai. Angka ini mencerminkan pertumbuhan signifikan sebesar 7,5 persen dibandingkan semester pertama 2024.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Dari sisi tonase, total volume kargo yang ditangani Pelabuhan Shanghai mencapai 297 juta ton, mengalami kenaikan moderat sebesar 1,2 persen. Namun demikian, arus muatan curah dan umum mengalami kontraksi, turun 8,9 persen menjadi 40,193 juta ton.

Di tengah dinamika global, kinerja keuangan Shanghai International Port Group (SIPG), operator utama pelabuhan, tetap solid. Pendapatan operasional perusahaan mencapai 19,569 miliar yuan, dengan laba bersih sebesar 8,04 miliar yuan.

Dalam pernyataan resminya, manajemen SIPG mengungkapkan bahwa pasar pengiriman peti kemas saat ini berada dalam kondisi “keseimbangan lemah”, ditandai oleh pemulihan permintaan yang masih terbatas.

“Kinerja kami sangat bergantung pada kondisi makroekonomi, serta permintaan terhadap barang ekspor-impor yang erat kaitannya dengan perkembangan ekonomi wilayah pedalaman,” ujar perwakilan SIPG.

Perusahaan juga mencermati sejumlah tren global yang akan berdampak jangka panjang terhadap industri pelabuhan, termasuk konsolidasi melalui merger dan akuisisi, perluasan kapasitas kapal, aliansi operasional, digitalisasi, otomatisasi, serta transformasi hijau dalam sektor pelayaran dan logistik.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Menghadapi lanskap industri yang terus berubah, SIPG menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada bisnis inti, meningkatkan kualitas layanan pelabuhan hub, serta memperkuat daya saing operasional guna menjawab tantangan yang kian kompleks.