Dalam upaya menjaga relevansi dan keberlanjutan Terusan Panama sebagai jalur pelayaran strategis dunia, Otoritas Terusan Panama (ACP) sedang menyiapkan rencana investasi jangka panjang senilai lebih dari $8 miliar untuk dekade mendatang.
Dana tersebut akan digelontorkan ke berbagai sektor penting, mulai dari penyediaan air, pembangunan jaringan pipa gas, hingga terminal peti kemas dan infrastruktur pendukung lainnya.
Rencana ambisius ini dipaparkan dalam press briefing yang digelar Selasa lalu (16/9), dihadiri oleh Menteri Urusan Terusan Panama, José Ramón Icaza; Administrator Terusan, Ricaurte Vásquez; serta Wakil Administrator Ilya Espino de Marotta.
Dalam pemaparannya, Vásquez menekankan, investasi ini bertujuan memperkuat posisi Terusan Panama di tengah dinamika perdagangan global, sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim yang berdampak pada ketersediaan air.
“Terusan ini sangat bergantung pada curah hujan,” ujar Vásquez. “Kekeringan yang terjadi pada 2023 memaksa kami mengurangi jumlah kapal yang melintas menjadi hanya 24 per hari.”
Sebagai langkah antisipatif, salah satu proyek utama dalam paket investasi tersebut adalah pembangunan Bendungan Río Indio. Proyek ini diproyeksikan mulai dibangun pada 2027 dan rampung pada 2032, dengan nilai investasi sekitar $1,6 miliar. Sebanyak $400 juta di antaranya akan digunakan untuk biaya kompensasi dan relokasi sekitar 2.500 warga dari komunitas yang akan terdampak pembangunan bendungan.
Selain menjamin pasokan air bagi lebih dari satu juta penduduk Panama, bendungan ini juga diharapkan meningkatkan keandalan operasional Terusan yang mengandalkan air tawar untuk pengoperasian sistem pintu airnya.
Tak hanya soal air, ACP juga menggulirkan proyek Koridor Energi Antarsamudra berupa jaringan pipa gas sepanjang 76 kilometer. Jaringan ini akan dilengkapi dua terminal maritim di masing-masing pantai, memungkinkan pengangkutan hingga 2,5 juta barel produk energi per hari dari Atlantik ke Pasifik, tanpa harus melewati kanal air.
Pipa ini akan mengangkut berbagai jenis gas cair seperti LPG, etana, butana, dan propana. ACP menyebutkan, diskusi dengan pelaku industri tengah dilakukan untuk menentukan konfigurasi akhir jaringan serta jenis produk energi yang akan dialirkan.
Terminal Peti Kemas
Rencana lainnya mencakup pengembangan Pelabuhan Corozal yang dirancang sebagai terminal peti kemas baru di tepi timur Terusan. Proyek ini kini memasuki tahap studi pra-kelayakan dan ditargetkan memulai konstruksi pada 2028, dengan hasil studi ditargetkan rampung kuartal pertama 2026.
Pelabuhan ini akan diintegrasikan dengan jaringan logistik darat berupa jalan raya dan jalur kereta api, sehingga memperkuat konektivitas antara dua pantai sekaligus mendukung pergerakan kontainer dan kargo roll-on/roll-off.
ACP memastikan seluruh proyek akan dikembangkan melalui proses yang terbuka dan akuntabel. Untuk proyek jaringan pipa gas, Dewan Direksi Terusan telah menyetujui skema konsesi dan saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan calon investor. Tahap berikutnya adalah tender internasional dan proses pra-kualifikasi untuk perusahaan-perusahaan yang berminat.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Terusan Panama berupaya menyesuaikan diri dengan kebutuhan masa depan serta perubahan iklim yang tak terelakkan. Sebagai jalur penghubung vital antara Samudra Atlantik dan Pasifik, kanal sepanjang 82 kilometer itu tidak hanya penting bagi Panama, tapi juga bagi ekosistem perdagangan global.

