Skip to content

Fokus Layani Intra-Asia Selama Pandemi, Laba Bersih TS Lines Melonjak Tajam, Naik 170% pada Q1

Kendati aktivitas perdagangan secara umum tergerus karena merebaknya pandemi covid-19, namun keuntungan perusahaan pelayaran TS Line selama kuartal pertama (Q1) meningkat tajam. Kelihaian pelayaran Taiwan ini dalam menentukan strategi yang tepat selama masa sulit menjadi kata kunci.

Selama Q1, TS Line mebukukan laba bersih sebesar TWD650 juta (US$21,49 juta), naik 170% dibanding periode yang sama tahun lalu (2019).

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Menurut Chairman TS Line Chen Te Shen ada dua strategi kunci yang dilakukan selama masa pandemi. Pertama, rasionalisasi dari segi biaya dan kedua, optimalisasi rute-rute yang tetap tumbuh sementara pada sisi lain mengurangi bahkan meniadakan layanan pada rute yang mengalami penurunan aktivitas perdagangan selama masa pandemi.

Menurut Chen, selama Q1, TS Line fokus pada rute-rute intra-Asia dan Asia-Australia. Layanan pada rute-rute Asia-AS untuk sementara dihentikan selama masa pandemi.

“Layanan ke AS yang dihentikan sementara juga merupakan bagian dari strategi memangkas biaya operasional. Sejumlah kapal charter yang selama ini melayani rute tersebut dikembalikan. Ini membantu mengurangi biaya operasional,” tegas Chen sebagaimana dikutip Container News, Jacksonville.

Di samping pelepasan sejumlah kapal charter, pengopersian kapal-kapal baru milik sendiri dengan tingkat efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi, juga sangat membantu pengurangan biaya operasional. Ditambah lagi, penurunan harga minyak dunia yang berdampak pada turunnya harga bahan bakar dengan sulfur rendah sangat membantu pengurangan biaya operasional secara signifikan.

“Harga minyak turun sangat tajam pada bulan Maret. Jada Ketika harga bahan bakar turun sementara pelayaran masih mengenakan fuel surcharge dengan perhitungan harga bahan bakar pada awal tahun, keuntungan perusahaan tentu meningkat tajam,” ujar Chen.

Tambah Naik pada Q2

Strategi untuk fokus pada rute-rute yang tetap gemuk selama masa pandemi, kemudian berlanjut pada triwulan kedua (Q2). Pada Q2, TS Line bahkan semakin selektif dan lebih fokus lagi. Tidak semua rute intra-Asia dioptimalkan. Misalnya, untuk rute India dan Filipina yang selama Q2 mengalami penurunan perdagangan, TS Line mengurangi service-nya. Sebaliknya, layanan pada rute Thailand dan Vietnam ditambah, meningat pertumbuhan cargo kedua negara tersebut cukup kuat.

Kendati laporan keuangan resmi pada Q2 belum di-release, namun TS Line memperkirakan akan lebih tinggi dari Q1. TS Line memperkirakan keuntungan bersih pada Q2 mencapai TWD700 juta (kurang lebih $23,3 juta).

Mengingat trend tersebut, TS Line, menurut Chen, akan terus berinvetasi untuk pengadaan kapal-kapal baru milik sendiri.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Tiga tahun lalu, kami hanya punya lima kapal milik sendiri, dari total 36 kapal yang kami operasikan. Sebagian besar adalah kapal charter. Saat ini, kami punya 12 kapal milik sendiri, dari total 46 kapal yang kami operasikan. Tiga kapal baru sedang dalam pembangunan. Kapal-kapal bangunan baru jauh lebih efisien dari sisi konsumsi bahan bakar. Jadi kami akan terus bangun kapal baru yang lebih efisein. Jika tidak memungkinkan, kami mungkin beli kapal bekas, tetapi dengan tingkat konsumsi bahan bakar yang lebih efisien,” kata Chen.