*Adil Karim, Ketua DPW ALFI DKI
Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menilai pelaksanaan Delivery Order (DO) Online di Pelabuhan utama termasuk Tanjung Priok dapat menjadi entry point pelaksanaan digitalisasi sistem logistik nasional.
Sekum DPW ALFI DKI, Adil Karim mengatakan jika DO Online prosesnya sudah benar benar dioperasikan secara digital, di sana sudah terintegrasi stakeholder dalam satu ekosistem meliputi: importir, eksportir/ kuasanya, forwarding, pelayaran, terminal/ pelabuhan, pemerintah dan perbankan.
Jumlah stake holder dalam satu ekosistem ini dapat ditambah sesuai kebutuhan seperti Depo, moda transportasi dan lain lain, tambahnya.
Namun, Adil mengakui pelaksanaan DO Online yang dilandasi payung hukum Permenhub N0 120/2017 sekarang ini belum sepenuhnya beroperasi secara online.
Pasalnya, belum semua stakeholder terintegrasi dalam satu sistem. “Karena itu ALFI minta dukungan kepada Ditjen Bea dan Cukai agar mendorong percepatan program tersebut,” ujar Adil Karim.
Pernyataan Adil ini selaras dengan program pemerintah yang saat ini tengah menyusun Sistem Logistik Nasional (Green Design Sistem Logistics).
Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan untuk memperbaiki sistem logistik nasional pemerintah tidak hanya mengoptimalkan pembangunan infrastruktur fisik yang terintegrasi, tetapi juga akan mengoptimalkan aspek digital agar mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0.

