IKT Siapkan 2 Skenario Hadapi Pelabuhan Patimban

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk / IPCC sudah menyiapkan dua skenario untuk menghadapi Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jabar.

“Skenario pertama Patimban sebagai komplementer tentu tidak masalah. Tapi kami juga sudah menyiapkan skenario kedua yaitu Patimban sebagai kompetitor,” kata .
Dirut PT. IPCC, Chiefy K Adi pada acara Public Expose 2019, di Museum Maritim Indonesia, Selasa (24/9/2019).

“Andaikan Patimban nantinya menjadi kompetitor, IKT/IPCC tidak khawatir karena kita yakin atas kemampuan kita di bidang level of service (safety, security, risk, storage dan productifity), logistic cost yang kompetitif serta layanan berbasis degitalisasi,” kata Chiefy.

Sementara Direktur Komersial Arif Isawan mengatakan IKT tidak merasa khawatir tersaingi oleh Pelabuhan Patimban. Walaupun disebut segera beroperasi tapi infrastrukturnya belum akan siap pada 2021.

Selain itu pabrik pabrik mobil masih lebih dekat ke Pelabuhan Tanjung Priok ketimbang Patimban kecuali pabrik Hino dan Nisan. Apalagi Hino sudah kontrak jangka panjang dengan IKT.

Pada kesempatan itu, IPCC mempublikasikan pada Agustus 2019 berhasil menangani lonjakan arus CBU sebesar 58.100 unit atau meningkat 55,30% dari periode yang sama tahun lalu mencapai 37.411 unit kendaraan.

Kondisi tersebut merupakan rekor pencapaian tertinggi dalam penanganan kegiatan operasionalnya selama perseroan ini berdiri.

Pada bulan Agustus 2019 jumlah kendaraan CBU yang diekspor melalui lapangan terminal internasional IPCC berjumlah 35.857 unit atau lebih tinggi 54,73% dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar 23.174 unit.

Tidak hanya ekspor, IPCC pun turut menangani CBU impor sepanjang Agustus 2019 sejumlah 6.988 unit lebih tinggi 20,57% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 5.796 unit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *