Maritim Tower, sebuah gedung prestisius 24 lantai dengan bentuk ‘kapal phinisi’ mulai dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare di Jl Yos Sudarso kavling 8-11 Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Tower megah senilai Rp 741 miliar itu dibangun PT Menara Maritim Indonesia (MMI) yang dibentuk oleh PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI), anak perusahaan Pelindo II, dan PT PP Properti, anak usaha PT Pembangunan Perumahan (PP).
Komposisi saham PT Menara Maritim Indonesia (MMI) sebagai pengembang sekaligus pengelola Maritim Tower yaitu 70 % dimiliki PT PPI dan 30 persen dimiliki PT PP Properti.

Bagus Dwipoyono, Dirut PT MMI
Dirut PT MMI , Bagus Dwipoyono kepada Indonesia Shipping Gazette Senin (18/3/2019) mengatakan saat ini sedang dilakukan persiapan pekerjaan konstruksi, pembersihan lahan serta penyelesaian perijinan. Tower iconic ini mulai beroperasi Januari 2021
Untuk mempresentasikan komunitas maritim, gedung ini mengusung konsep desain arsitektur modern berbentuk kapal phinisi dengan mutu bangunan klas B+ (B plus) bersertifikasi Green Building grade Gold.
Pemilihan arsitektur gedung berbentuk kapal phinisi diharapkan agar makna , simbol dan nilai filosofi kapal phinisi yang mampu menjelajahi samudra pasifik hingga Vancover, Kanada juga melekat pada ketangguhan Maritim Tower.
Menurut Bagus, peruntukan tower tersebut 60 persen untuk perkantoran IPC Group termasuk Kantor Pusat IPC dan anak perusahaan serta afiliasi .
Sisanya 40 persen untuk umum tapi diprioritaskan bagi perkantoran usaha terkait kemaritiman dan logistik seperti pelayaran, cargo owner, Perusahaan Bongkar Muat (PBM). Forwarding dan sejenisnya.
Menurut Bagus, dengan berkumpulnya pebisnis terkait kemaritiman di satu lokasi dimaksudkan agar mereka tidak perlu pergi jauh jauh untuk urusan kegiatan bisnis yang terkait kemaritiman

