Samudera Indonesia Dapat Dana Pembiayaan Rp 1,6 T dari OCBC NISP Unit Syariah

Keterangan photo: Bani M. Mulia sedang berbincang dengan Koko Tjatur Rachmadi, Kepala Unit Usaha Syariah PT Bank OCBC NISP Tbk. pada saat penandatanganan pembiayaan di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

PT Samudera Indonesia Tbk. melakukan penandatanganan akad pembiayaan senilai Rp 1,6 T dari Bank OCBC NISP Unit Usaha Syariah. Acara tersebut disaksikan Direktur Pengelola PT Samudera Indonesia Tbk, Bani M. Mulia dengan Kepala Unit Usaha Syariah PT Bank OCBC NISP Tbk, Koko Tjatur Rachmadi, di Kantor Pusat Samuera Indonesia, pada Selasa (17/12).

Pembiayaan dengan skema syariah ini merupakan salah satu sumber pendanaan capex Samudera Indonesia. Samudera Indonesia menganggarkan belanja modal sebesar US$ 112 juta di tahun 2020 untuk berbagai investasi di sector pelayaran, logistic dan pelabuhan.

Tentang investasi di pelabuhan, Bani M. Mulia pada awal Desember lalu pernah menyatakan kepada media bahwa rencana pemindahan ibukota negara ke Kalimantan Timur (Penajam) merupakan potensi dan peluang yang besar bagi Samudera Indonesia.

Menurut Bani, pemindahan ibukota itu akan berimplikasi pada pemindahan orang, aktivitas ekonomi dan pemenuhan barang dan jasa yang akan tumbuh secara masif. Secara umum kebutuhan tersebut harus dipenuhi dari luar Kalimantan, sehingga membutuhkan banyak aktivitas logistik.

“Antisipasi pindahnya ibukota ke Kalimantan Timur, nantinya Pelabuhan Samudera Palaran (Samudera Ports) akan meningkatkan kapasitas terpasangnya dengan rencana menambahkan Ship To Ship (STS) Container Crane dan 3 Rubber Gantry (RTG) di tahun 2020. Peningkatan kapasitas terpasang juga naik dari 250 ribu menjadi 400 ribu TEUs setahunnya,” jelasnya.

Masih tentang investasi di pelabuhan, Bani mengatakan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada customer, nanti terminal domestik di Pelabuhan Tanjung Priok, Samudera Ports akan mengoperasikan 2 tambahan Harbour Mobile Crane (HMC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *