Harga Bahan Bakar Terus Turun, Pembatalan Pemasangan Scrubber Meningkat

Sejumlah operator container shipping dan dry bulk dilaporkan sedang melakukan pembatalan pemasangan scrubber pada sejumlah armada mereka dalam rangka mengurangi beban biaya. Apalagi turunnya harga minyak yang mendorong harga bahan bakar bersulfur rendah (VLSFO) menjadi lebih murah turut memicu keputusan para operator tersebut untuk melakukan pembatalan.

Demikian hasil studi yang dilakukan Wartsila. Hal yang sama disampaikan oleh Alphatanker, Divisi Riset Broker BRS yang berbasis di Paris. Alphatanker menyimpulkan para operator lebih memilih untuk menggunakan bahan bakar bersulfur rendah ketimbang melakukan pemasangan scrubber.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, menyusul keputusan IMO (International Maritime Organisation) yang mewajibkan kapal-kapal yang belum dilengkapi scrubber menggunakan bahan bakar sulfur rendah (0.5% dari sebelumnya 3,5%), para operator kapal berlomba-lomba melakukan pemasangan scrubber pada kapal yang mereka miliki.

Akan tetapi, menyusul harga minyak yang terus menurun, harga bahan bakar rendah sulfur juga terus turun. Sejak berlakunya aturan baru tersebut, sebagaimana dilaporkan London’s Lloyd’s List, harga bahan bakar rendah sulfur di pasar singapura terus turun hingga 278%, dari harga awal tahun yang mencapai US$653.75 per ton.

“Terus turunnya harga membuat para operator merasa mereka terlalu banyak menghabiskan uang untuk pemasangan scrubber,” demikain disampaikan Alphatanker.

Menurut Alphatanker, saat ini perbedaan harga bahan VLSFO dengan bahan bakar dengan kandungan sulfur 3,5% (HSFO) hanya sekitar $50/ton, turun jauh dari awal tahun dengan perbedaan hingga $400/ton.

“Pertanyaanya, apakah pemasangan scrubber akan dihentikan atau dilanjutkan,” tulis Alphatanker dalam laporan mingguannya.

“Rencana pemasangan yang dilakukan di sejumlah galangan di China untuk sementara dihentikan karena merebaknya coronoavirus (covid-19). Beberapa pemilik kapal minta untuk ditunda bahkan mungkin minta untuk dibatalkan,” lanjut Alphatanker.

“Berdasarkan sejumlah laporan yang kami miliki, sejumlah pemilik kapal sudah minta untuk dibatalkan dalam rangka memangkas biaya. Ini untuk mengantisipasi resesi yang kemungkinan besar terjadi sebagai dampak dari covid-19.”

Menurut data Lloyd’s List Intelligence sejak awal Januari, sebanyak 2,753 kapal dengan total kapasitas mencapai 328.7 juta DWT mulai masuk docking untuk melakukan pemasangan scrubber.

Juga terdapat 580 kapal baru yang langsung dipasang scrubber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *