KaOP Priok: Cita-cita World-class Port, Namun Tiga Hal Ini Perlu Jadi Perhatian

Pernyataan ini timbul disampaikan oleh Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjuk Priok (Ka OP Priok), Capt. Mugen Sartoto, dalam sesi tanya-jawab dengan grup wartawan Pelabuhan Priok yang tergabung dalam Forwami (Forum Wartawam Maritim Indonesia) di acara Media Luncheon pada Jumat (19/11) di Hotel Grand Boutique, di Jakarta.

“Untuk mencapai cita-cita menjadi World-class Port, Otoritas Pelabuhan sebagai regulator di pelabuhan bertugas mengatur, mengendalikan, dan mengawasi semua kegiatan kepelabuhanan yang diusahakan secara komersial, termasuk di lingkungan sekitar pelabuhan”, katanya.

Lanjut Capt. Mugen, ada 3 hal yang menjadi fokus perhatian dari OP Priok sebagai program 2021, yaitu Ecoport, Single TID (Truck Identiy Document), dan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).

“Ecoport adalah implementasi dari Permenhub No. 51 tahun 2015, yang memberikan pengertian tidak hanya menghijaukan pelabuhan dan sekitarnya, kebersihan lingkungan terutama di dermaga dan terminal dari sampah fisik (seperti kertas, plastik, dll), tapi juga pengendalian limbah terutama dari kapal-kapal yang sandar. Karena setiap kapal pasti ada limbahnya, seperti minyak atau pelumas,” jelasnya.

Intinya OP harus menyediakan fasilitas pencegahan pencemaran dan menjamin pelabuhan yang berwawasan lingkungan (ecoport), kata Capt. Mugen.

Lanjutnya, khusus penyelesaian kontainer limbah (B3) plastik impor di wilayah Pabean Tanjung Priok diperlukan koordinasi antar instansi terkait, seperti Kementrian Keuangan dan Kementrian Lingkungan Hidup (LHK). “Kita koordinasi dengan Kemenkeu untuk penyelesaian biaya penumpukan, demurage dan biaya lain. Karena tidak bisa di re ekspor, kita koordinasi dengan Kementerian LHK untuk kesiapan dan pengawasan apabila limbah plastik itu dimusnahkan”, kata Capt, Mugen menjawab pertanyaan salah satu pertanyaan wartawan senior Forwami.

Untuk Single TID atau kartu tap, tujuan utamanya untuk mengurangi antrian truk yang masuk ke terminal-terminal pelabuhan apalagi di jam-jam sibuk. Karena antrian ini menimbulkan kemacetan hingga ke jalan-jalan utama. Selain untuk masuk ke terminal, kartu tap ini dapat digunakan sebagai kartu transaksi seperti e-money, jelas KaOP Priok.

Masalahnya, lanjutnya, saat ini disini masih menggunakan beberapa kartu unutk 5 terminal yang berbeda (JICT, NCPT1, TPK Koja, Car Terminal, IPC TPK). “Nantinya Single TID dijadikan identitas untuk setiap Truck, dan terdata secara terpusat di bawah pengawasan OP dan IPC Cabang Tanjung Priok, termasuk di APTRINDO (Asosisasi Pengusaha Truk) dan di sistem operasi semua Terminal di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok”, katanya

Di dalam salah satu slide presentasi Concern Plan OP Priok, awal Desember nanti akan diluncurkan Single TID yang akan dipakai sebagai pembayaran Pass Pelabuhan, sekaligus identitas truk di semua Terminal.

Sertifikat kompetensi

Mengenai Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan, menurut Capt. Mugen saat ini di Priok ada sekitar 2013 orang yang bekerja mewakili perusahaan bongkar muat (PBM). Dari jumlah tersebut, kata Capt. Mugen sayangnya sebagian besar TKBM ini pendidikan & latihannya masih dibawah standar apalagi jika ingin mencapai predikat World-class Port. Padahal menurut Permenhub No. 60/2014 pelaksanaan bongkar muat barang dilakukan oleh TKBM yang trampil yang punya sertifikat kompetensi.

“Kami sedang mengupayakan ke Pusat Pengembangan (Pusbang) SDM Perhubungan Laut, agar dana program pemberdayaan masyarakat dapat dipakai untuk sertifikasi TKBM di Pelabuhan Priok,” kata Capt. Mugen.

Jembatan informasi

Selain 3 hal yang jadi fokus OP Priok di tahun depan, KaOP Priok mengharapkan wartawan Forwami bisa menjadi jembatan informasi untuk segala masukan dan keluhan dari stakeholders, pengguna jasa (Instansi Pemerintah, PT Pelindo II, dll), serta masyarakat sekitar Pelabuhan Tanjung Priok.

Anggota Forwami pun mengharapkan agar pihak OP Priok dapat membuka diri dengan segala informasi yang berguna bagi seluruh pembaca, dan tidak melakukan resistensi terhadap kritik yang disampaikan anggota Forwami.

Ketua Forwami yang diwakili Penasehat Forwami, Damas Jati mengapresiasi Kepala OP Priok dan jajarannya atas undangan di acara positif ini, dan juga mengucapkan banyak terima kasih kepada wartawan Forwami yang selama ini meliput berita-berita kegiatan OP Priok.

Puncak acara Media Luncheon yang dihadiri KaOP Capt. Mugen, Kepala Bagian Tata Usaha Dra. Inayatur Robbany, dan Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas Gita Andreswari, serta jajaran OP Priok lainnya, ditutup dengan makan siang bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *