Kedapatan Masih Gunakan HSFO, Kapal MSC Joanna Dilarang Lewati Perairan UAE Selama Setahun

Uni Emirat Arab (United Arab Emirates/UAE) menjatuhkan sanksi terhadap kapal MSC Joanna karena kedapatan masih menggunakan bahan bakar bersulfur tinggi (HSFO) sementara kapal tersebut belum dilengkapi scrubber. Padahal, aturan IMO (International Maritime Organization) yang berlaku sejak 1 Januari 2020, diwajibkan semua kapal yang belum dilengkapi scrubber untuk menggunakan bahan bakar rendah sulfur (0.5%).

Sebagaimana dilaporkan Lloyd’s List, otoritas UEA melarang kapal tersebut untuk melewati perairan Uni Emirat Arab selama setahun ke depan.

Dibangun pada tahun 2006, MSC Joanna merupakan sebuah kapal kontener dengan kapasitas 9.178 TEUs yang berbendera Panama.

“Ketika berlabuh di Pelabuhan Jebel Ali, kapal tersebut kedapatan membawa kurang lebih 700 MT [metric tonnes] bahan bakar HSFO, walaupan sebelumnya, pihak otoritas pelabuhan telah mengingatkan untuk mengosongkan (de-bunker) bahan bakar yang tidak sesuai dengan aturan IMO tersebut,” demikian penjelasan yang disampaikan oleh otoritas setempat sebagaimana dikutip Lloyd’s List.

Otoritas tersebut juga sebenarnya sudah meminta operator kapal tersebut untuk mengosongkan bahan bakar HSFO sebelum meninggalkan Pelabuhan Jebel Ali, namun tidak diindahkan.

Menurut data Lloyd’s List Intelligence, MSC Joanna sandar di Pelabuhan Jebel Ali pada pagi 12 Maret dan meninggalkan pelabuhan tersebut pada pagi keesokannya (13 Maret). Kapal tersebut selanjutnya berlayar ke Pelabuhan Jawaharlal Nehru, India, dan selanjutnya ke Pelabuhan Colombo Srilanka sebelum akhirnya ke Laut Mediterania.

Selama ini, MSC Joanna rutin mengunjungi sejumlah pelabuhan di Yunani, Turki, Perairan Arab dan sering berlabuh di Pelabuhan Jebel Ali.

Sayangnya, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak MSC. Demikianpun UK P&I Club yang menanggung asuransi terhadap kapal tersebut juga belum memberikan tanggapan resminya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *