Rantai Pasok Tersendat Covid-19, Industri Otomotif Global Terpukul

Ketika China melakukan lockdown dalam rangka pencegahan dan penyebaran virus corona COVID-19, ekonomi dan industri industri di negara tersebut menjadi korban. Salah satu yang paling terkena dampak adalah industri otomotif.

Pemberhentian operasional pabrik otomotif tidak hanya berdampak pada menurunnya produktivitas industry otomotif China itu sendiri, tetapi juga berimbas pada industri otomotif global. Selama terjadi lockdown, produksi mobil di China banyak yang terhenti. Berikutnya, pasokan suku cadang otomotif ke sejumlah pabrik global juga berhenti.

China adalah pasar mobil terbesar di dunia, dan Wuhan kota di pusat wabah, dikenal sebagai “kota motor” karena menjadi rumah bagi pabrik mobil termasuk General Motors, Honda, Nissan, Peugeot Group, dan Renault.

Untuk Honda saja, Wuhan menyumbang sekitar 50% dari total produksi di China. Pada tahun 2019, Provinsi Hubei, yang merupakan ibu kotanya Wuhan, adalah produsen mobil terbesar keempat di China, dengan sekitar 10% dari kapasitas pembuatan mobil dan menghasilkan 2,24 juta kendaraan per tahun.

Ketika coronavirus menyebar, banyak perusahaan mobil di seluruh negeri menutup pintu mereka sebagai bagian dari kebijakan lockdown di negara tersebut baru-baru ini. Selain perusahaan mobil yang berbasis di Hubei, misalnya, pabrik baru Tesla di Shanghai juga ditutup, dan menunda tanggal produksi Model 3-nya, dan Volkswagen menunda produksi di semua pabrik di China yang beroperasi dalam kemitraan dengan SAIC.

Sebagai akibatnya, menurut data dari Asosiasi Penumpang Mobil Cina (CPCA), penjualan mobil di China turun 92% pada paruh pertama bulan Februari. Asosiasi produsen mobil Cina baru-baru ini memperkirakan penurunan penjualan 10% untuk semester pertama tahun ini dan penurunan 5% untuk setahun penuh. Jika banyak pabrik tutup hingga pertengahan Maret, itu dapat menyebabkan pengurangan 1,7 juta produksi kendaraan di China, menurut IHS Markit.

Dengan banyak pekerja tetap dikarantina di rumah dan jalur suplai menjadi terpengaruh, banyak pabrik yang berjuang untuk membuka kembali atau mendapatkan kembali kapasitas normalnya. Di Wuhan, Ibukota Hubei, telah mengumumkan akan memperpanjang penutupan bisnis non-esensial sampai pertengahan bulan Maret. Sehingga, pameran mobil tahunan China di Beijing, awalnya dijadwalkan akan diselenggarajan pada tanggal 21 April, telah ditunda, sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Efek Domino pada Industri Global

Dampak penurunan industri otomotif di Negeri China tersebut telah dirasakan dan menjadi pukulan berat bagi industri otomotif di luar China, karena industri mereka kekurangan pasokan dari China dan mengakibatkan terhambatnya produksi otomotif di seluruh dunia.

Sebagai contoh dua mobil buatan Korea yaitu Hyundai dan Kia baru-baru ini menghentikan beberapa jalur perakitan di negaranya dan dilanjutkan dengan Nissan mengumumkan akan menghentikan produksi mobilnya di Jepang. Kemudian General Motors menghentikan pabriknya di Michigan dan Texas Amerika Serikat. Di Inggris juga akan menghentikan produksi Jaguar dan Land Rover. Kemudian Italia juga akan menghentikan produksi mobil Fiat seperti yang disampaikan CEO Fiat Chrysler Automobiles Mike Manley.

Pelabuhan Hamburg telah memperingatkan bahwa sektor mobil Jerman, khususnya negara bagian utama selatan Bavaria, dapat sangat terpengaruh oleh COVID-19, atau coronavirus pandemi.

Dalam sebuah pernyataan, pelabuhan terbesar Jerman mengatakan sejumlah industri manufaktur mobil utama, serta elektronik dan mesin industri, diproduksi di Bavaria. Sementara pengiriman dari Bavaria ke Hamburg mengalami hambatan, karena industri Bavaria ini sangat bergantung pada komponen impor, sebagian besar didatangkan dari Tiongkok, yang disebut pelabuhan sebagai “tumit Achilles”. Perusahaan otomotif besar yang dapat terpengaruh yaitu BMW, Porsche, MAN, Audi dan Mercedes.

Harijanto, Executive Director of Himpunan Masyarakat Peduli Maritim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *