SM Line Korsel Gabung Aliansi 2M untuk Jalur Asia-Amerika

Perusahaan pelayaran Korea Selatan SM Line akan bergabung dengan Aliansi 2M untuk pelayaran rute Asia-Amerika (transpasifik) menyusul kesepakatan pelayaran tersebut dengan Maersk Line dan Mediterranean Shipping Company (MSC) sebagai principle dari aliansi tersebut. Kesepakatan tersebut akan efektif per April 1, 2020 di mana SM Line akan gabung dengan 2M pada rute Asia-Amerika.

Kerja sama ini diharapkan dapat membantu pengiriman asal Korea dalam meperluas layanannya di wilayah tersebut dan tentunya diharapkan dapat memangkas biaya.

Kendati demikain, skema kerja samanya sedikit beda dari aliansi pada umumnya sebagaimana dijelaskan pihak MSC. Dilansir dari Splash 247, dalam surat edaran kepada kliennya, MSC menjelaskan kemitraan dengan SM Line tidak sama persis sebagaimana perjanjian antara Maersk dan MSC dalam 2M.

“Perjanjian baru dengan SM Line terpisah dari perjanjian sharing slot kapal 2M antara MSC dan Maersk, dan layanan 2M dan SM Line akan saling melengkapi. Ini terdiri dari kombinasi pertukaran slot dan pembelian slot di antara tiga pihak – MSC, Maersk dan SM Line,” kata MSC.

Ikatan SM Line secara khusus akan memberikan MSC dan Maersk akses yang lebih besar ke barat laut Pasifik. Selain itu, memungkinkan SM lebih banyak slot ke California.

SM Line diluncurkan pada tahun 2018 lalu oleh Samra Midas Group, yang mana sebagian besar asetnya merupakan pembelian aset Hanjin Shipping paska perusahaan tersebut dinyatakan bangkrut. Samra Midas, yang terkenal di Korea karena kegiatan konstruksinya, juga memiliki Korea Line Corporation.

SM Line baru saja menjual beberapa kapalnya yang berkapasitas 6.000 TEUs, kapal-kapal yang selama ini dipakai untuk pelayanan rute Pacific South West (PSW) Asia – Los Angeles.

Mengomentari kerja sama tersebut, Andy Lane dari CTI Consultancy Singapura, mengatakan hal tersebut merupakan langkah yang relaistis bagi SM Line.

“Akan sangat sulit bagi SM Line untuk beroperasi secara solo pada rute ini mengingat tingginya biaya operasional sebuah kapal, rendahnya ketersediaan kargo, serta pemanfaatan aset. Oleh karena itu, sangat masuk akal bagi mereka untuk berbagi layanan dengan 2M, yang tidak diragukan lagi akan menjadi win-win solution,” Kata Lane sebagaimana dikutip dari Seanews.

SM Line diperkirakan akan terus mengoperasikan kapal-kapalnya yang berkapasitas 4.500-TEU di layanan barat laut Pasifik dengan rute Vancouver, Portland dan Seattle.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *