Tariff Charter Terus Naik, Owner Enggan Sewa Berdurasi Panjang

Setelah melalui masa yang cukup sulit karena pandemi covid-19, market kapal charter kembali mulai menggeliat. Rate charter pun kembali naik, mendorong para owner (pemilik) enggan melakukan charter jangka panjang, sembari berharap rate charter akan terus naik.

Hal ini menjadi kabar baik bagi sejumlah broker, kendati tantanganya juga ada. Negosiasi yang alot karena posisi tawar para owner yang semakin kuat merupakan tantangan utama. Bagi para broker, keengganana owner untuk menyetujui kontrak sewa berdurasi panjang sedikit menghalangi kelancaran bisnis mereka.

Menurut data Alphaliner, sejalan dengan kembali meningkatnya permintaan kapal charter, total kapal container idle terus mengalami penurunan dalam beberapa minggu terakhir.

Saat ini, total kapal idle mencapai 313 unit dengan total kapasitas mencapai 1,55 juta TEU, atau setara dengan 6,6% dari total armada global. Jumlah ini lebih rendah dibanding total idle fleet pada  pertengahan bulan Mei, yang mencapai 524 kapal (2,65 juta TEU), atau sekitar 11% dari total armada global.

Rate charter pada bulan Mei juga rendah untuk semua jenis dan ukuran kapal kontener. Saat itu, para pemilik (owner) bahkan berani melepas dengan harga yang lebih rendah dari beban operating cost, jika kapal dalam posisi idle. Hal ini dilakukan untuk menjaga cash flow.

Saat ini market kembali berangsur normal. Permintaan sudah mulai normal sementara tariff shipping tetap terjaga baik. Hal ini menurut The Loadstar mendorong perusahaan pelayaran kembali melakukan sewa atau charter kapal.

Sebuah perusahaan broker di Hamburg, Jerman mengakui adanya peningkatan permintaan kapal charter pada satu sisi, namun pada sisi lainnya kesulitan memenuhi permintaan tersebut karena sejumlah owner enggan melepaskan kapalnya untuk charter jangka panjang.

“Divisi kontener kami benar-benar sedang menghadapi proses negosiasi yang sulit. Para owner menginginkan harga yang tinggi dan enggan melakukan kontrak jangka panjang,” demikian disampaikan broker tersebut.

Menurut data Alphaliner, saat ini, hampir semua kapal berukuran 7,500-11,000 TEU sudah sold out. Tarif charter pun cukup tinggi.

Alphaliner membeberkan contoh kapal Akadimosber berkapasitas 9,288 TEU yang di-charter pelayaran Jepang ONE (Ocean Network Express) selama 18 bulan. Harga rata-rata charter kapal tersebut mencapai US$ 30,000/hari, atau lebih tinggi $5,000/hari dibanding pada bulan April dan Mei.

Hal yang sama juga terjadi pada kapal-kapal post-panamax (5,400-7,500 TEU). Permintaan terhadap kapal-kapal jenis ini naik cukup tajam dalam dua minggu terakhir.

“Hal yang sama juga terjadi untuk kapal-kapal ini (post-panamax). Para owner enggan melakukan kontrak jangka panjang dengan harapan tarif charter akan terus mengalami kenaikan di masa yang akan datang,” jelas Alphaliner.

Demikian pun untuk kapal-kapal berukuran 3,000 – 3,800 TEU (panamax). Semuanya hampir sold out, dengan tarif sewa sekitar US$8,000 – 10,000/hari. Itupun dengan durasi kontrak jangka pendek, karena owner juga enggan melakukan kontrak jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *