Freight Rate Diperkirakan Baru Mulai Turun Setelah Imlek

Setelah mengalami kenaikan yang fantastis sejak akhir tahun lalu sebagai implikasi dari kekurangan kontener, freight rate diperkirakan akan stabil setelah Tahun Baru China (Imlek) dan bahkan diperkirakan akan berangsur turun, kendati belum menyentuh angka normal pada tahun 2019.

Hal tersebut dikemukan sejumlah pemerhati pelayaran dan pelaku usaha logistik dalam sebuah Webinar yang diselenggarakan baru-baru ini oleh komunitas pelaku usaha Forwarding di Amerika dengan tema  Ocean Market Predictions for 2021 (Prediksi Market 2021).

Dalam pemamparannya, Lars Jensen, CEO Sea Intelligence Consulting (Konsultan dan Lembaga Research) menyampaikan, freight rate yang ada saat ini sudah pada level tertinggi akan segera berangsur turun, walau ia mengakui penurunan tidak akan terjadi dalam sekejab.

“Tidak akan terjadi penurunan yang tajam dalam beberapa hari. Namun, kami perkirakan, setelah Tahun Baru China, tariff (freight rate) akan turun secara significant dan relatif cepat,” katanya sebagaimana dikutip ifw-net.com.

“Tariff akan berangsur normal setelah Tahun Baru China, tetapi tidak berarti harga akan jatuh, hanya kembali ke level normal dan wajar,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Nerijus Poskus, VP Ocean Freight Flexport, sebuah sebuah perusahaan forwarding, yang juga menjadi salah satu pembicara dalam Webinar tersebut.  “Saya kira, setelah Tahun Baru China, harga akan berangsur normal, tetapi belum sampai pada level tariff pada tahun 2019,” katanya.

Menurut Poskus, diperlukan waktu yang cukup lama, sekitar tiga-empat bulan, setelah Tahun Baru China, agar tariff bisa mendekati level pada tahun 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *