IMF Proyeksikan Ekonomi Global 2021 Tumbuh 5,5%

  • Menurut Dana Moneter Internasional, Ekonomi China terlihat tumbuh 8,1 persen pada 2021 karena pemulihan berlanjut, sementara AS dapat pulih dengan pertumbuhan 4,3 persen.
  • IMF memuji langkah-langkah stimulus ekonomi AS, Uni Eropa, dan Jepang, tetapi memperingatkan bahwa pemulihan bergantung pada pengendalian virus corona.
  • Kawasan lima negara ASEAN diperkirakan tumbuh 5,2 persen pada 2021, sementara India akan mencapai pertumbuhan 11,5 persen.

Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Selasa, 26 Januari, menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2021 menjadi 5,5 persen dari proyeksi sebelumnya 5,2 persen. Sebelumnya, ekonomi global diprediksi mengalami kontraksi sebesar 3,5 persen pada tahun 2020 akibat dari pandemi COVID-19.

IMF mengatakan proyeksi pertumbuhan tersebut salah satunya dipicu oleh persetujuan beberapa vaksin dan dimulainya vaksinasi di beberapa negara. Vaksinasi COVID-19 diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di paruh kedua tahun ini. Hal ini meningkatkan harapan akan berakhirnya pandemi yang saat ini telah menginfeksi 100 juta orang lebih dan merenggut nyawa lebih dari 2,1 juta orang secara global.

Akan tetapi, ekonomi dunia akan masih menghadapi “ketidakpastian luar biasa” karena gelombang baru infeksi dan varian COVID-19. Selain itu, aktivitas global akan tetap jauh di bawah proyeksi pra-COVID-19 yang telah dibuat satu tahun lalu.
Pertumbuhan juga akan didorong oleh berlanjutnya rebound ekonomi yang kuat di China, serta dukungan kebijakan di negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Berdasarkan pembaruan Outlook Ekonomi Dunia yang diterbitkan Selasa, proyeksi pertumbuhan 2021 direvisi naik 0,3 poin persentase dari proyeksi sebelumnya di bulan Oktober, sementara kontraksi ekonomi tahun 2020 0,9 poin persentase lebih rendah dari yang diproyeksikan sebelumnya.

IMF juga menyampaikan bahwa AS dan Jepang diproyeksikan akan kembali ke level aktivitas di akhir 2019 pada semester kedua 2021, sedangkan kawasan Eropa dan Inggris diperkirakan akan tetap di bawah level akhir 2019 hingga 2022.
China yang telah kembali ke level sebelum pandemi diproyeksikan akan tumbuh 8,1 persen tahun ini menyusul “langkah-langkah penahanan yang efektif, respons investasi publik yang kuat, dan dukungan likuiditas bank sentral”. Perkiraan baru 0,1 poin persentase lebih rendah dari perkiraan bulan Oktober.

India menjadi negara dengan proyeksi pertumbuhan tertinggi dan mencapai double digit yang ada di dalam rilis IMF, yaitu tumbuh 11,5 persen. Sementara lima negara di kawasan Asean, Indonesia, Malaysia, Philippines, Thailand, Vietnam diproyeksi akan tumbuh 5,2 persen.
Sementara volume perdagangan global diperkirakan akan tumbuh sekitar 8,1 persen pada tahun 2021, IMF tidak mengantisipasi kenaikan cepat dalam perdagangan jasa. Angka tersebut lebih rendah dari kenaikan 8,3 persen pada Oktober, setelah prediksi penurunan 9,6 persen pada tahun lalu.

Laporan IMF menekankan bahwa pemulihan aktivitas ekonomi global sangat bergantung pada efektivitas pengendalian virus korona. IMF memperingatkan bahwa pemulihan yang diharapkan dapat lebih lambat jika varian baru virus terbukti sulit untuk ditahan dan peluncuran vaksin terus mengalami penundaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *