Skip to content

Container Stay di Depo Indonesia Rata-rata 19 Hari, China 5 Hari, AS 50 Hari

Saat ini, kecepatan pergerakan kontainer yang keluar masuk China mencapai rekor tertinggi. Ini tentu menjadi berita bagus bagi kelancaran rantai pasok global. Akan tetapi, kongesti di hampir semua pelabuhan AS dan Eropa tetap menjadi kendala utama saat ini. Kongesti di pelabuhan-pelabuhan tersebut memperlambat pergerakan kontainer yang akan dikirim ke China dan Asia pada umumnya.

Container Stay di Depo 2021

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

 

No Negara Lama Stay (hari)
1. China 5
2. Vietnam 9
3. Singapura 11
4. Thailand 16
5. Indonesia 19
6. Jerman 25
7. Pakistan 31
8. UEA 40
9. Afrika Selatan 47
10. AS 50
11. Inggris 51

Kelancaran pergerakan kontainer di China dan negara-negara Asia sebenarnya sudah mulai tahun lalu. Menurut laporan bersama yang dilakukan oleh Container xChange, perusahaan teknologi logistik terkemuka di dunia, dan Fraunhofer – CML, salah satu lembaga penelitian terapan terkemuka, waktu rata-rata yang dihabiskan kontainer di Depot China pada tahun lalu (2021) hanya lima hari, turun sangat signifikan dibanding tahun 2020 yang rata-rata mencapai 61 hari.

Di samping China, negara-negara Asia lainnya juga mengalami peningkatan pergerakan kontener tahun lalu. Menurut studi tersebut waktu yang dihabiskan kontener di depo Vietnam pada tahun 2021 adalah 9 hari, Singapura (11 hari), Thailand (16 hari), dan Indonesia 19 hari.

“Begitu kontainer sampai di Asia, proses perpindahannya berjalan cepat. Namun, ketidaksesuaian antara pasokan dan permintaan di banyak pelabuhan asal, termasuk di China, membuat importir AS dan Eropa sulit untuk selalu mendapatkan kontener, kecuali jika mereka telah merencanakan sebelumnya, atau bekerja sama dengan pemasok kontener, forwarder. Atau, unit pengiriman mereka bisa memastikan memiliki slot kapal dan kontainer yang tersedia sebelumnya,” kata Dr. Johannes Schlingmeier, salah satu pendiri dan CEO, Container xChange.

Sebaliknya, kemacetan parah di banyak pelabuhan tujuan membuat waktu tunggu peti kemas di depo mencapai tingkat yang mendekati rekor pada tahun 2021.

Negara dengan kinerja terburuk dalam hal waktu rata-rata kontainer yang dihabiskan di depo pada tahun 2021 adalah AS dan Inggris yang mengalami waktu tunggu rata-rata masing-masing 50 dan 51 hari. Performa terburuk berikutnya adalah Afrika Selatan (47 hari), Uni Emirat Arab (40 hari), Pakistan (31 hari) dan Jerman (25 hari).

“Saat ini, freight rate (tarif pengiriman peti kemas) telah naik Kembali, setelah sedikit turun pada kuartal keempat tahun lalu (2021),” jelas Schlingmeier.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Selama kongesti di pelabuhan belum teratasi, kita akan terus mengalami ketidakseimbangan besar dalam rantai pasok. Varian Omicron dan Tahun Baru Imlek sudah dekat tentu akan menjadi sumber masalah baru lagi,” lanjut Schlingmeier.