Total throughput Dubai Port (DP World), salah satu operator terminal peti kemas global yang berbasis di Dubai, pada tahun 2021 naik 9,4% dibanding tahun sebelumnya (2020). DP World yang menoperasikan beberapa terminal di 40 pelabuhan dari 22 negara plus 2 pelabuhan di negara asallnya (Port of Jebel Ali dan Port Rashid), menangani peti kemas sebanyak 77,9 juta TEUs pada tahun lalu.
Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh menguatnya volume di terminal pada sejumlah kawasan, termasuk India dan Asia Pasifik yang mencatat kenaikan sebesar 12,7%. Terminal DP World di kawasan lain juga tercatat mengalami kenaikan seperti Amerika dan Australia yang tumbuh lebih dari 10%, serta Timur Tengah, Afrika, Eropa, dengan peningkatan sebesar 5,8%.
Beberapa terminal utama DP World termasuk Qingdao (Cina), Mumbai, Mundra, Chennai (India), Sokhna (Mesir), London Gateway (Inggris), Caucedo (Republik Dominika), Callao (Peru), dan Sydney (Australia) menunjukkan kinerja yang kuat. Sesuai tingkat konsolidasi, total throughput terminal-terminal ini mencapai 45,4 juta TEU, naik 8,8% dari 2020.
Pada kuartal keempat (Q4 2021), DP World menangani 19,6 juta TEU, naik sebesar 2,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Chairman sekaligus CEO DP World Ahmed Bin Sulayem menatakan pertumbuhan ini sangat baik karena melampaui pertumbuhan industri yang tercatat sebesar 6,5%. “Kinerja yang lebih baik ini disebabkan oleh investasi berkelanjutan kami dalam aset berkualitas tinggi di lokasi yang tepat dan penyampaian strategi kami untuk menawarkan solusi rantai pasok terintegrasi kepada pemilik barang yang menguntungkan,” katanya.
“Tahun ini (2022), kami proyeksi throughput kami akan kembali tumbuh,” lanjut Ahmed.
Kendati demikian, Ahmed menggarisbawahi beberapa faktor yang bisa saja menghambat pertumbuhan dan pemulihan ekonomi global, seperti pandemi Covid-19 yang masih berlanjut, gangguan rantai pasok, meningkatnya inflasi, serta ketidakpastian geopolitik.
Saat ini DP World merupakan operator terbesar ke-3 secara global. Posisi pertama dan ke-dua masing-masing ditempati PSA International (Singapura) dan Hutchison Port Holdings (HPH), Hong Kong.

