Laporan Indeks Seafarers Happiness terbaru menunjukkan tanda-tanda kembali ke kondisi normal yang berkelanjutan seiring dengan meredanya kondisi kru akibat tekanan masa pandemi. Indeks mencatat 7,3 untuk kuartal ketiga, naik dari 7,21 pada kuartal kedua dan jauh di atas rekor terendah 5,85 pada kuartal pertama 2022.
“Peningkatan yang terlihat pada Triwulan 2 diharapkan menjadi awal dari berakhirnya dampak COVID dan, untungnya, kami membuat kemajuan nyata, karena pelajaran yang dipetik diterapkan untuk membuat industri maritim menjadi lebih baik.” ungkap laporan tersebut.
Peningkatan dalam tanggapan terbaru sebagian besar disebabkan oleh tanggapan yang lebih positif seputar cuti pantai, yang masih mendapat skor terendah dari semua pertanyaan dalam survei, tetapi melonjak dari 4,8 menjadi 5,87 pada skala 1-10.
Cuti pantai telah menjadi area paling lambat untuk kembali normal bagi pelaut; responden mengatakan bahwa banyak negara tetap tertutup bagi mereka, baik karena peraturan lokal, preferensi perusahaan atau beban kerja yang tinggi. Angka 5,87 untuk cuti pantai tetap merupakan angka yang sangat rendah. “Kendati masalah ini dapat dianggap sebagai hal yang baik, namun harus diingat bahwa hal ini akan memiliki potensi dampak besar pada retensi,” laporan tersebut menjelaskan.
Skor untuk makanan dan kebugaran keduanya turun sedikit, dengan sedikit peningkatan untuk konektivitas dan kesejahteraan.
Konektivitas tetap menjadi topik penting bagi mereka yang berada di laut, dengan responden mengatakan bahwa dapat berbicara dengan orang yang dicintai di rumah memiliki dampak positif yang besar pada kehidupan mereka di kapal. Laporan tersebut mengatakan keluhan mengenai konektivitas yang buruk dan terbatas terus berlanjut, dengan koneksi yang lambat dan kendala data yang membatasi manfaat yang dapat diperoleh beberapa pelaut dari koneksi internet.
“Meningkatnya kebahagiaan pelaut di kuartal ketiga menunjukkan ada tanda-tanda hal yang lebih baik di masa depan bagi pelaut dan upaya industri untuk membuat kehidupan di laut lebih baik berhasil. Kendati kami tidak dapat berpuas diri dan masih ada hal yang harus diperbaiki, namun pencapaian yang dicapai untuk kesejahteraan pelaut tentu saja patut dirayakan,” tambah laporan tersebut.
Ben Bailey, Direktur Program The Mission to Seafarers, menyatakan: “Optimisme perlahan kembali ke kehidupan di laut, tetapi kita harus ingat bahwa keuntungan ini dapat dengan cepat hilang jika kita tidak melanjutkan kerja keras. Masih ada masalah vital yang memerlukan perhatian segera, dan yang harus diatasi untuk memastikan kebutuhan dasar pelaut tidak terabaikan – mulai dari penyediaan makanan hingga akses Wi-Fi yang layak dan masalah beban kerja. Seperti yang ditunjukkan oleh data, dengan bekerja sama, kita dapat meningkatkan kesejahteraan pelaut dan kualitas hidup mereka di laut.”
