Skip to content

Ketepatan Jadwal Operator Peti Kemas Mencapai Level Tertinggi Dalam 20 Bulan

  • by

Setelah 20 bulan industri maritim menunjukkan hanya sepertiga dari kapal peti kemas yang dapat diandalkan sesuai jadwal, kini tampak peningkatan yang kuat mencapai level tertingginya.  Hampir setengah dari kapal peti kemas dapat diandalkan sesuai jadwal pada Agustus 2022 dan rata-rata penundaan juga terus membaik seiring dengan laporan penurunan volume serta lonjakan yang terjadi pada tahun 2021.

“Keandalan jadwal global terus meningkat, mencatat peningkatan terbaik dalam periode setahun pada 2022,” ungkap Alan Murphy, CEO Sea-Intelligence. “Rata-rata keterlambatan kedatangan kapal menurun tajam sepanjang tahun ini, jatuh ke level terendah sejak April 2021 dan dalam 20 bulan, tercatat keterlambatan di bawah enam hari hanya terjadi dua kali.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Selama tahun 2021, Sea-Intelligence menganalisis tingkat keandalan jadwal dari 60 operator peti kemas di 34 jalur perdagangan. Hasilnya adalah, keandalan jadwal yang terus-menerus rendah dan mencapai titik terendahnya pada Januari 2022 ketika hanya satu dari tiga kapal yang dapat diandalkan sesuai jadwal.

Pada Agustus 2022 terjadi peningkatan keandalan jadwal hampir enam poin persentase mencapai 46,2%. Kendati keandalan jadwal selama tahun 2021 hanya berkisar pada 30%, namun nilai tersebut tetap berada jauh di bawah rata-rata dimana lebih dari ⅔ kapal berjalan sesuai dengan jadwal. Data Sea-Intelligence menunjukkan bahwa tingkat keandalan jadwal baru-baru ini 80% lebih tinggi daripada paruh kedua tahun 2019.

Di antara masing-masing operator, Maersk terus menunjukkan keandalan jadwal terbaik dengan 53% layanannya sementara setengah dari 15 operator teratas semuanya di atas 40%. Seperti juga dilaporkan bulan lalu, operator yang berbasis di Asia, termasuk Evergreen, OOCL, Wan Hai, Philippines International, dan COSCO melaporkan peningkatan terkuat dalam periode setahun dengan kenaikan masing-masing setidaknya 100% dibandingkan Agustus 2021. Operator yang menduduki 15 posisi teratas rata-rata mengalami lonjakan keandalan jadwal yang semula hanya 25% pada Agustus 2021 menjadi hampir 41% pada tahun ini.

“Pada Agustus 2022, penundaan rata-rata membaik sekali lagi, turun -0,57 hari dalam periode sebulan menjadi 5,86 hari,” ungkap Murphy. “Ini merupakan pertama kalinya penundaan rata-rata turun di bawah angka 6 hari sejak April 2021.”

Masih harus ditinjau apakah operator dapat melanjutkan perbaikan ini karena volume peti kemas terus menurun kendati secara tradisional sektor ini akan mengahdapi musim ramai menjelang liburan akhir tahun. Dihadapkan dengan kelebihan kapasitas untuk pertama kalinya dalam dua tahun, operator meningkatkan penggunaan pembatalan pelayaran dan mengkonsolidasikan rute. Minggu ini, MSC dan Maersk mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan rute dari Asia untuk mengelola kapasitas dan mengurangi jumlah kapal yang selanjutnya akan mengurangi penumpukan pelabuhan. MSC menggabungkan layanan rute Asia ke California sementara Maersk mengambil pendekatan serupa untuk rute ke Pantai Timur AS.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Pengurangan jumlah kapal yang tiba di pelabuhan AS, terutama di Pantai Timur di mana Savannah dan Charleston mengalami backlog terbesar, dapat berkontribusi pada perbaikan jadwal lebih lanjut. Bagaimanapun, kapal juga akan mengkonsolidasikan volume untuk memaksimalkan pemanfaatan kapasitas yang berarti bahwa kapal masih membutuhkan waktu berlabuh yang lebih lama untuk menangani peti kemas.