Orient Overseas Container Line (OOCL) melaporkan volume di Transpacific dan Asia-Eropa pada kuartal ketiga turun masing-masing sebesar 7,3% dan 14,4%. Volume di Transpasifik saat ini adalah 419.386 TEU turun dari angka pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 489.935 TEU. Sedangkan untuk perdagangan Asia – Eropa, volume yang dilaporkan saat ini adalah 384.919 TEU, turun dari angka sebelumnya yaitu 415.180 TEU pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka volume mencerminkan perlambatan volume di jalur perdagangan utama timur – barat. “Total lifting dan kapasitas muat turun masing-masing sebesar 3,4% dan 1,8%. Faktor beban keseluruhan adalah 1,4% lebih rendah dari periode yang sama pada tahun 2021, ” ungkap OOCL.
Kendati demikian, pertumbuhan pendapatan tetap kuat yang mencerminkan tingginya tarif pengiriman yang terkait dengan kontrak jangka panjang. Total pendapatan pada kuartal ketiga 2022 adalah USD 5,04 miliar, naik 16,9% dari pendapatan pada kuartal ketiga tahun lalu yaitu USD 4,13 miliar. Dengan penurunan total lifting pada kuartal ketiga tahun ini, pendapatan rata-rata per TEU meningkat dengan persentase yang lebih tinggi dari total pendapatan pada kuartal tersebut. “Secara keseluruhan pendapatan rata-rata per TEU meningkat 21,1% dibandingkan kuartal ketiga tahun lalu,” ungkap OOCL.
Sektor pengiriman peti kemas telah mengalami penurunan tajam harga spot selama satu setengah bulan terakhir dengan beberapa perdagangan mengalami penurunan sebanyak 50%. Pada hari Jumat Shanghai Containerized Freight Index (SCFI) turun di bawah ambang batas 2.000 poin menjadi 1922,5, setelah kehilangan 149,09 poin lebih lanjut minggu lalu. SCFI saat ini berada jauh di bawah setengah level rekornya yaitu 5.051 poin pada Januari tahun ini.
Akibat penurunan harga spot tersebut, maka pengirim melakukan negosiasi ulang harga kontrak dan dampaknya mulai terlihat pada harga kontrak.
Skenario pendaratan pendek, tajam, dan keras terlihat untuk sektor pengiriman peti kemas oleh analis Maritime Strategies International (MSI) seperti yang dibahas dalam episode terbaru Seatrade Maritime Podcast.

