Skip to content

Pasokan Batubara Non-Rusia Meningkat, Tarif Angkut Naik Tajam

Disrupsi arus perdagangan batubara global menyusul sanksi Barat terhadap Rusia dapat meningkatkan tarif angkut curah kering seiring dengan bertambahnya jarak pengangkutan (ton-miles).

Sebagaimana diketahui, Dewan Eropa pada 8 April sepakat untuk menerapkan paket sanksi lain terhadap Rusia, termasuk melarang impor batubara dari negara tersebut. Larangan impor batubara merupakan salah satu dari enam elemen paket sanksi baru Eropa terhadap Rusia. Larangan ini berlaku untuk semua jenis batubara, termasuk batubara termal.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Sanksi tersebut, menurut Dewan Eropa, akan berdampak signifikan terhadap ekspor Rusia, setidaknya seperempat dari total ekspor Negara Beruang Merah tersebut. Pada sisi lainnya, ini akan memaksa negara-negara eropa untuk mendapatkan pasokan baru dari negara lain.

“Arus perdagangan akan bergeser ke pasar atau sumber batubara baru. Pembeli akan rebutan mencari sumber baru. Dampaknya, rute perdagangan akan berubah dan jarak tempuhnya akan lebih jauh,” kata seorang pialang sebagaimana di tulis Plat.

“AS, Afrika Selatan, Australia, Kolombia, dan Indonesia dapat menggantikan batubara Rusia. Jarak dari Eropa ke negara-negara tersebut lebih jauh dibanding dengan Rusia. Rute angkutan akan lebih panjang. Secara teori, tarif angkutan akan lebih mahal dan dari perspektif perusahaan angkutan (pelayaran) hal ini merupakan sesuatu yang positif. Namun pertanyaannya adalah berapa lama hal ini akan berlangsung,” kata seorang pengusaha angkutan sebagimana ditulis Plat.

Trend kenaikan tarif angkut batu-bara sudah mulai terlihat sejak pecahnya perang di Ukraina. Menurut hitungan S&P Global Commodity Insights, tariff angkut batu-bara rute Hampton Roads-Rotterdam dengan menggunakan kapal kapasitas 70.000 mt per 24 Maret mencapai $28,50/mt. Tarif ini merupakan level tertinggi sejak awal tahun, naik 104% dibanding level terendah yang tercatat sebesar $14/mt pada 3 Februari.

Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya volume ekspor dari kawasan tersebut. Menurut data Asosiasi Maritim Virginia (Virginia Maritime Association), ekspor batubara dari terminal Hampton Road meningkat 20%.

Menurut S&P Global, sekitar seperempat dari semua ekspor batubara Rusia pada tahun 2021 dikirim ke Eropa, di mana sebagian besar dikirim menggunakan kapal jenis Panamax.

“Ekspor batubara ke Eropa dari pelabuhan-pelabuhan utama Rusia memiliki durasi yang pendek dibandingkan dengan negara-negara pengekspor lainnya. Ini berarti, ton-miles nya bertambah ketika pembeli beralih ke sumber lain.”

Selama ini, pengiriman batubara Rusia sebgaian besar melalui pelabuhan Baltik. Saat ini, hampir semua perusahaan pelayaran menghindari kunjungan ke Kawasan tersebut. Apalagi, ada kenaikan premi asuransi yang luar biasa, sebesar $2.000/hari, jika memasuki pelabuhan Rusia, kata Plat.

Singkatnya, larangan tersebut akan mendorong pembeli dari Eropa untuk mencari sumber batubara lain walaupun jarak (ton-miles) nya lebih jauh. Hal ini akan memicu kenaikkan tariff shipping dan ini tentu menjadi potensi yang bagus bagi perusahaan pelayaran, khususnya pelayaran batubara.

Eropa Mulai Beralih ke Sumber Lain, Termasuk Indonesia

Larangan impor batubara Rusia terjadi pada saat beberapa negara anggota Uni Eropa sangat bergantung pada sektor energi Rusia untuk memenuhi kebutuhan mereka yang terus meningkat. Larangan tersebut kemungkinan akan menciptakan volatilitas dalam arus perdagangan batubara, terutama jenis batubara termal.

Rusia adalah sumber utama batubara termal untuk Eropa, menyumbang 33 juta mt impor pada tahun 2021. Menurut S&P Global, lebih dari setengah dari semua impor batubara termal Eropa berasal dari Rusia.

Ke depan, pembeli di seluruh Eropa diperkirakan akan meningkatkan jumlah pasokan batubara non-Rusia, baik untuk mengantisipasi larangan semacam itu atau karena mereka memutuskan untuk menjatuhkan sanksi sendiri.

“Beberapa pembeli telah memutuskan untuk memberikan sanksi sendiri dan mengecualikan kargo Rusia dari pesanan mereka,” kata seorang broker sebagaimana ditulis Plat. “Arus perdagangan sudah mulai berubah, dengan beberapa pembeli menolak kargo Rusia dan mengubah rute kapal mereka.”

Pembeli telah membeli kargo dari jauh seperti Australia dan Indonesia, sementara peningkatan arus dari Afrika Selatan dan Kolombia juga terlihat. Ini akan berlangsung dalam waktu cukup lama karena sejumlah pembeli telah menandatangani kontrak pembelian jangka panjang.

Bahkan, beberapa sumber melaporkan sudah ada peningkatan volume pengiriman juga dari Australia dan Indonesia ke Eropa Barat dan Mediterania. Diperkirakan hal ini tetap berlanjut karena pasar menyesuaikan diri dengan arus perdagangan yang berubah.

Namun, kelangsungan jangka panjang itu tidak pasti mengingat bahwa semua produsen memiliki masalah pasokan mereka sendiri, dan setiap peningkatan permintaan spot dari China atau India tentu akan berpengaruh terhadap pemasok m.

Uni Eropa bukan satu-satunya wilayah yang memberlakukan larangan batubara Rusia, dengan G7 – Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan AS – mengatakan 6 April mereka semua akan “menghapus dan melarang impor batubara Rusia”.

Inggris mengatakan pada 6 April bahwa pihaknya berencana untuk mengakhiri semua ketergantungan pada batubara dan minyak Rusia pada akhir tahun 2022 dan mengakhiri impor gas sesegera mungkin.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan pada 8 April negara itu juga akan mengurangi impor batubara secara bertahap dan sedang mencari solusi alternatif dengan cepat.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Sumber: Plat