Skip to content

Rantai Pasok Terganggu, Perusahaan Teknologi Logistik Raih Untung Besar

Valuasi sejumlah perusahaan teknologi logistik selama chaos rantai pasok global mengalami peningkatan yang sangat fantastis. Sejumlah lembaga pendanaan terkemuka global, seperti Goldman Sachs, Thoma Bravo, dan TPG beramai-ramai merebut saham-saham perusahaan teknologi tersebut. Menurut laporan terbaru, total investasi ketiganya pada tahun lalu (2021) pada perusahaan teknologi logistik mencapai USD 420 juta. Itu baru dari ketiga lembaga tersebut, belum termasuk yang lainnya.

Tak heran jika valuasi sejumlah perusahaan teknologi logistik semakin moncer.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Perusahaan teknologi  (startup) logistic Project44 adalah salah satu yang ketiban untung di saat industri rantai pasok global mengalami chaos selama berlangsungnya pandemi. Valuasi perusahaan ini moncer, nilai sahamnya semakin gemilang. Project44 panen cuan besar.

Tercatat, valuasi project44 hingga akhir tahun lalu mencapai USD 2,2 miliar, naik hampir dua kali lipat dari valuasi 8 bulan sebelumnya yang masih bernilai USD 1,2 miliar. Artinya, dalam 8 bulan, valuasi perusahaan ini naik sebesar USD 1 miliar. Kenaikan fantastis pada transaksi kuartal keempat yang naik sebesar 170% menjadi kontributor terbesar.

Jett McCandless, pendiri sekaligus CEO project44 mengungkapkan, “Hari ini, project44 membantu perusahaan memecahkan tantangan rantai pasok mulai dari tekanan inflasi dan lockdown hingga cuaca yang tidak terduga dan kemacetan di pelabuhan,” katanya.

Project44 menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari USD 100 juta yang terus berulang selama delapan tahun berdirinya, menjadikannya sebagai perusahaan terbesar diantara perusahaan sejenis.

Pada kuartal keempat saja, total pesanan mencapai USD 13 juta dengan 117 tambahan perusahaan sebagai pelanggan baru. Sejumlah perusahaan besar yang sudah menjadi pelanggan Project44 antara lain Amazon, FedEx, The Home Depot, Unilever, General Mills dan Baker Hughes.

Produk inti Project44 adalah layanan pelacakan cloud-based atas aktivitas shipment, yang mampu melacak keberadaan kontainer dari tempat asal ke tempat tujuan.

Shippers mendapatkan data real-time tentang jadwal berlayar, penundaan, eksepsi, dan (menurut perusahaan) prediksi ETA otomatis – semua informasi berharga untuk industri angkutan laut yang sangat tidak terduga. Saat muatan tiba di pelabuhan dan masuk ke sasis, perusahaan dapat melacaknya hingga ke tujuan akhir menggunakan data ELD/telematika.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Visibilitas rantai pasok menjadi semakin penting dalam situasi chaos saat ini di mana delay dan kongesti menjadi masalah sehari-hari dalam jasa pengiriman. Project44 memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah tersebut,” ungkap Robert Sayle, mitra di Thoma Bravo, perusahaan ekuitas swasta perangkat lunak terkemuka, sekaligus salah satu investor project44.