Skip to content

Saat ini, Ada Surplus 6 Juta Kontener di Seluruh Dunia

Dalam laporan terbarunya, Lembaga Research Drewry menyampaikan saat ini ada surplus sekitar 6 juta container box secara global. Surplus tersebut dipicu oleh banyaknya pesanan baru tahun lalu. Namun, mulai tahun depan, container box – container box tersebut diperkirakan akan kembali terserap karena penambahan slot kapal yang sangat signifikan menysul selesainya pembangunan kapal-kapal baru.

Pada tahun 2021, total container box secara global naik 13% dibanding tahun sebelumnya. Menurut data Drewry, jumlahnya mencapai 50 juta boks. Dari sisi trend pertumbuhan, hal ini naik tiga kali lipat dibanding persentase pertumbuhan pada tahun-tahun sebelumnya.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Ini mecerminkan dua fakta yang terjadi. Pada satu sisi,  jumlah container baru yang dipesan lessor dan operator pelayaran mengalami peningkatan signifikan, sementara pada sisi lainya, jumlah container yang di-nonaktifkan (scrabbed) relatif menurun. Masalah kekurangan container pada tahun lalu memaksa lessor atau pelayaran untuk tetap mengoperasikan sejumlah container yang seharusnya sudah di-nonaktifkan.

Kekacauan rantai pasok selama masa pandemi berdampak pada produktivitas container box mengalami penurunan. Menurut Drewry, produktivitas container box mengalami penurunan sekitar 15% hingga 20% dibanding sebelum pandemic. Hal ini menuntut penambahan jumlah container lebih banyak agar tetap bisa memenuhi permintaan.

Drewry memperkirakan bahwa setiap peti kemas rata-rata mengangkat 18,1 pada tahun 2021 dibandingkan dengan 19,2 pada tahun 2020 dan antara 19,5 dan 20,6 pada tahun 2010-an. Selain itu, jumlah peti kemas per slot kapasitas kapal meningkat 8% pada tahun 2020 ketika pandemi dimulai dan tetap pada level ini sepanjang tahun 2021.

Akibat dari penambhan container box baru yang begitu massif pada tahun lalu (2021), saat ini, menurut Drewry, terdapat surplus 6 juta unit container box secara global, yang sebagian besar tersimpan di berbagi pool. Kendati jumlahnya relatif besar, namun menurut Drewry, surplus ini dapat dikelola untuk industri.

“Ada banyak kapal baru yang saat ini sedang dibangun sehingga ada penambahan slot yang cukup signifikat mulai tahun depan,” kata kepala penelitian peralatan peti kemas Drewry John Fossey. Menurutnya, ada penambahan slot sekitar 3,6 juta teu pada 2023 dan lebih dari 3,9 juta teu pada 2024.

Apalagi. peraturan baru IMO terkait emisi akan mulai berlaku pada Januari 2023. Hal ini menurut John Fossey memaksa beberapa kapal berlayar lebih lambat. “Kondisi tersebut nantinya mendorong sebagian besar peralatan surplus yang saat ini beroperasi diperkirakan akan diserap. Selain itu, ada bukti yang menunjukkan bahwa beberapa operator berencana untuk memiliki lebih banyak stok penyangga di kumpulan peralatan mereka, sementara lebih sedikit kontainer baru akan dibangun dalam dua tahun ke depan.”

Produksi container box baru pada tahun ini dan tahun depan yang relatif terkontrol juga dilihat sebagai faktor terkait tingkat serapan terhadap container yang saat ini sedang surplus. Menurut data Drewry, tahun ini pesanan box baru tercatat sekitar 3,9 juta teu dan 2,4 juta teu pada tahun 2023. Harga barang baru dan bekas juga akan turun, Kembali ke tititk terendah pada tahun 2019. Sementara itu, pasar sekunder tetap kuat dan penggunaan kontainer bekas perdagangan terus berkembang.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Dalam dua tahun ke depan, operator pelayaran akan menjadi pembeli utama. Namun setelahnya, lessor akan Kembali memegang kendali dengan meningkatkan pangsa pasar mereka menjadi 54% pada tahun 2026,” tambah Fossey.