Skip to content

Buruh Pelabuhan Kanada Diperintahkan Untuk Mengakhiri Aksi Mogok

  • by

Aksi mogok baru oleh International Longshore and Warehouse Union Canada telah dinyatakan ilegal menyusul keputusan Dewan Hubungan Industrial Kanada (CIRB). Menteri Tenaga Kerja Kanada, Seamus O’Regan, mengatakan dalam sebuah tweet bahwa pengawas tenaga kerja memerintahkan agar serikat pekerja menghentikan aksi mogok karena tidak memberikan pemberitahuan selama 72 jam.

Aksi mogok yang telah menutup pelabuhan British Columbia dilanjutkan Selasa setelah serikat pekerja yang mewakili lebih dari 7.000 pekerja pelabuhan menolak kesepakatan tentatif empat tahun yang disepakati dengan pengusaha pada minggu lalu. Pengurus, yang merupakan badan independen, memerintahkan agar setiap anggota serikat pekerja yang ikut serta dalam kegiatan aksi mogok “segera melakukan tugas pekerjaannya sesuai dengan kesepakatan bersama dan aturan pemberangkatan yang berlaku”.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Aksi industri tersebut diperkirakan telah membekukan kargo bernilai miliaran dolar dari pergerakan masuk dan keluar pelabuhan, termasuk di Vancouver yang tersibuk di Kanada. Corinne Pohlmann, wakil presiden eksekutif di Federasi Bisnis Independen Kanada mengatakan, “Aksi mogok selama 13 hari telah menyebabkan kerusakan signifikan pada bisnis kecil di seluruh negeri dan reputasi internasional Kanada sebagai mitra dagang yang dapat diandalkan. Membiarkannya terus berlanjut adalah kelalaian dan akan memperbesar gangguan pada rantai pasokan.”

Dalam pernyataan bersama, O’Regan dan menteri transportasi Kanada, Omar Alghabra, sebelumnya mengatakan bahwa pekerja dan pengusaha di seluruh Kanada tidak dapat menghadapi gangguan lebih lanjut dan mereka sedang mempertimbangkan semua opsi. “Kami telah bersabar. Kami telah menghormati proses perundingan bersama. Tapi kami membutuhkan pelabuhan kami beroperasi,” ungkap keduanya dalam sebuah pernyataan bersama.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Pemimpin konservatif Pierre Poilievre telah meminta Perdana Menteri negara tersebutm Justin Trudeau untuk segera mengakhiri aksi mogok karena biaya yang sangat besar bagi pekerja, konsumen, dan bisnis. “Kami meminta dia menyampaikan rencana untuk mengakhiri aksi mogok ini dalam 24 jam ke depan,” kata Poilievre.