Skip to content

Kasus COVID Di China Melonjak, Pabrik dan Pelabuhan Lumpuh

Meningkatnya kasus Covid di China melumpuhkan pabrik-pabrik besar dan pelabuhan-pelabuhan terbesar. Lonjakan kasus Covid-19 di China berdampak pada penyelesaian pesanan manufaktur, dilansir dari CNBC Supply Chain Heat Map.

Pelaku logistik memperingatkan klien bahwa karena lonjakan covid, pabrik tidak dapat menyelesaikan pesanan. Bahkan dengan pesanan manufaktur AS dari China yang sudah turun 40 persen karena anjloknya permintaan yang tiada henti.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Berdasarkan data SONAR, pengiriman melalui laut pun terus melemah. MarineTraffic juga melihat adanya penurunan produktivitas pelabuhan di Shanghai akibat berkurangnya angkutan truk.

“Dengan setengah atau bahkan tiga perempat dari tenaga kerja terinfeksi dan tidak dapat bekerja, banyak produsen China tidak dapat beroperasi dengan baik dan kurang optimal,” tulis perusahaan pelayaran HLS yang berbasis di Hong Kong dalam sebuah catatan kepada klien. .

“Penjemputan peti kemas, pemuatan, dan pengangkutan (trucking) juga terpengaruh karena semua bisnis menghadapi dampak Covid. Kami memperkirakan volume yang sangat kecil setelah Tahun Baru Imlek karena banyak pabrik yang memperlambat produksi karena meningkatnya infeksi dan harus membatalkan atau menunda pemesanan untuk paruh kedua Januari dan juga awal Februari.”

Tiga pelabuhan utama di seluruh China mengalami masalah pengiriman rantai pasokan karena Covid, menurut catatan tersebut.

Untuk Pelabuhan Shanghai, pelabuhan peti kemas nomor satu di dunia, laporan tersebut memperingatkan bahwa “pembatalan meningkat karena banyak pabrik tidak dapat beroperasi dengan baik karena banyak pekerja yang terinfeksi Covid”.

Peringatan yang sama juga dikeluarkan untuk Pelabuhan Shenzhen, pelabuhan peti kemas terbesar keempat di dunia dan kota yang menjadi rumah bagi produsen Apple. “Pembatalan pemesanan meningkat karena banyak pabrik tidak dapat beroperasi dengan baik karena banyak pekerja yang terkena dampak Covid,” kata laporan itu.

Qingdao, pelabuhan terbesar keenam di dunia, dilaporkan hanya seperempat tenaga kerja saja yang bekerja dan tidak dapat memastikan produksi akan berlangsung normal.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Data ini sangat kontras dengan laporan dari media pemerintah China, yang tampaknya meyakinkan publik bahwa wabah tersebut telah terkendali. Keakuratan data yang dirilis oleh CDC China telah semakin diawasi di seluruh dunia.