Kementerian Industri Korea Selatan menyatakan, pada tahun 2022 galangan kapal dari negaranya menerima pesanan paling signifikan dalam empat tahun, menduduki peringkat pertama di dunia sebagai galangan kapal ramah lingkungan dan mahal.
Sementara itu Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan menunjukkan data yang berasal dari Clarkson Research Services Ltd. menyatakan bahwa galangan kapal lokal dilaporkan memenangkan pesanan sebesar 15,59 juta ton kotor terkompensasi pada tahun 2022, terhitung sekitar 37% dari total pesanan seluruh dunia. Proporsi tersebut dilaporkan naik empat poin persentase dari tahun sebelumnya dan yang tertinggi sejak 2018 ketika negara tersebut menangani 38% dari total pesanan dunia.
Dari segi nilai, Korea Selatan memenangkan pesanan senilai USD 45,3 miliar pada 2022.
China dilaporkan telah mengamankan posisi teratas dunia dengan sekitar 49% dari total pesanan kapal di seluruh dunia pada tahun 2022.
Tetapi Korea Selatan mengantongi volume pesanan terbesar untuk kapal bernilai tambah tinggi tahun lalu dengan menyumbang 58%, atau 149 dari 270 pesanan. Dari jumlah tersebut, negara ini memenangkan 70% dari permintaan pembawa gas alam cair (LNG) di seluruh dunia. Data mencerminkan bahwa dilaporkan mendapatkan volume kontrak terbesar untuk kapal ramah lingkungan di dunia, dengan pangsa pasar 50%.
Kementerian lebih lanjut menjelaskan dalam rilis bahwa pemerintah akan mengalokasikan KRW 130 miliar untuk mengembangkan teknologi inti dan memelihara bakat pada industri pembuatan kapal untuk meningkatkan daya saing.
