Setelah bulan Juli yang sibuk ketika Pelabuhan New York dan New Jersey mencapai total volume peti kemas tertinggi sejak Oktober 2022, pada bulan Agustus aktivitas pelabuhan tersebut turun ke tingkat sebelum pandemi. Pelabuhan tersebut menangani 662,740 TEUs (366,339 peti kemas) pada bulan Agustus 2023 dibandingkan dengan 843,191 TEUs (466,640 peti kemas) pada Agustus 2022, dengan penurunan sebesar 21,4%, sehingga total volume selama tahun 2023 menjadi 5,128,563 TEUs (2,847,453 peti kemas).
Pihak pelabuhan mengatakan, penurunan ini terutama disebabkan oleh pengecer AS yang terus mengurangi persediaan pasokan mereka yang berlebihan selama rekor lonjakan kargo dalam dua tahun terakhir. Sementara itu, impor tahun-ke-tahun turun 18,6% di bulan Agustus, berjumlah 348,921 TEUs. Sejak Januari hingga Agustus 2023, muatan impor di Pelabuhan New York dan New Jersey mencapai 2.618.556 TEUs dibandingkan dengan 3.345.305 TEUs pada periode yang sama tahun 2022 dengan penurunan 21,7%. Ekspor bulan Agustus berjumlah 106,025 TEUs, turun sebesar 2.8% dibandingkan tahun lalu, sementara kargo ekspor mencapai 857,552 TEUs (463,834 peti kemas) dari bulan Januari sampai Agustus, turun 1.5% dari periode yang sama tahun lalu.
Kekosongan ekspor turun 32,1% pada bulan Agustus, berjumlah 206.064 TEUs. Dari bulan Januari hingga Agustus, kekosongan ekspor berjumlah 1.638.833 TEUs, turun 28,6% dari bulan yang sama pada tahun 2022. Sebaliknya, kekosongan impor tahun-ke-tahun meningkat sebesar 8% untuk periode Januari-Agustus. Selain itu, lalu lintas kereta api mengalami penurunan sebesar 15,4% pada bulan Agustus dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 56.469 peti kemas. Volume kereta api turun 13,2% pada bulan Januari hingga Agustus dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022. Yang terakhir, pada bulan Agustus, Pelabuhan New York dan New Jersey menangani 28,443 kendaraan, turun 12,3% dari tahun sebelumnya.
