Perusahaan pelayaran Belanda mendesak Kementerian Pertahanan negara tersebut untuk mengizinkan kapal-kapal mereka, khususnya yang akan berlayar lewat Kawasan Laut Merah, untuk dilengkapi pengawal bersenjata dalam rangka mengantisipasi ancaman serangan pejuang Houthi di Laut Merah.
Asosiasi Perusahaan Pelayaran Belanda KNVR mengatakan Belanda tidak sama dengan sejumlah negara lain karena tidak mengatur pengawalan bersenjata atau pengawalan oleh kapal angkatan laut.
Menurut KNVR sesuai dengan yang ditulis Dutch News, Undang-undang Belanda yang melarang pemilik kapal mempekerjakan tim keamanan swasta jika tidak ada dukungan militer menempatkan mereka pada posisi yang tidak menguntungkan.
Dalam suratnya yang dikirim ke Kementerian Pertahanan Belanda, KNVR mendesak Menteri Pertahanan Kajsa Ollongren untuk memulihkan pasukan bersenjata yang ditarik pada 19 Desember 2023, ketika Kementerian Infrastruktur menyarankan kapal-kapal Belanda untuk menghindari daerah tersebut.
Mereka juga ingin Belanda dan UE memperkuat dua misi di kawasan Laut Merah – Operation Prosperity Guardian and Operation Poseidon Archer – yang bertujuan melemahkan kapasitas Houthi dengan menembak jatuh drone dan menargetkan peralatan radar dan peluncur roket.
Kesulitan Asuransi
Menurut direktur KNVR Annet Koster ada sekitar 1.100 kapal berbendera Belanda kesulitan mendapatakan asuransi seiring meningkatnya serangan Houthi di Laut Merah. Bahkan, kargo-kargo yang dimuat kapal-kapal tersebut juga mengalami hal tersebut.
“Belanda adalah satu-satunya negara yang sangat tegas dengan hal ini (melarang pemilik kapal mempekerjakan tim keamanan swasta jika tidak ada dukungan militer),” kata Koster.
Sejumlah peruahaan keamanan swasata yang beroperasi di sejumlah negara termasuk di Belanda mengakui mereka saat ini banyak mendapatkan order untuk pengawalan sejumlah kapal.
Giuseppe Trizzino, direktur perusahaan keamanan swasta Praesidium International, yang beroperasi di beberapa negara termasuk Belanda, mengatakan: “Saat ini kami masih menerima pesanan untuk mengawal sejumlah kapal, termasuk kapal berbendera Italia dan Luksemburg.”
Kementerian Pertahanan Belanda tidak bersedia mengomentari surat tersebut, namun Ollongren mengatakan kepada parlemen pekan lalu bahwa pemerintah sedang menyelidiki bagaimana mereka dapat memberikan kontribusi lebih lanjut terhadap operasi keamanan di kawasan Teluk. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah mengirim fregat pertahanan udara.
Sumber: Dutch News

