Galangan kapal terbesar ketiga di Korea Selatan, Hanwha Ocean, dengan cepat menyangkal laporan di media bahwa perusahaan tersebut berencana mengurangi aktivitas pembuatan kapal untuk hanya fokus pada pesanan bernilai lebih tinggi. Hal ini terjadi meskipun ada laporan bahwa perusahaan lama Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering terus berjuang untuk membangun kembali profitabilitas dan memperluas pesanannya setelah akuisisi oleh Hanwha Group selesai pada awal tahun 2023.
Perusahaan menyatakan dengan tegas bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengurangi operasi galangan kapal tersebut. Pada musim gugur tahun 2023, mereka meluncurkan desain baru termasuk untuk pengangkut gas amonia yang sangat besar, pengangkut hidrogen, dan segmen kapal baru lainnya. Hanwha Group juga memperjelas bahwa mereka berencana memanfaatkan posisi perusahaan sebagai galangan kapal angkatan laut serta keahlian di bidang kapal selam dan kapal perang untuk mengembangkan bisnis dan mewujudkan peluang antar divisinya.
Laporan media Korea pagi ini menyatakan bahwa Hanwha Ocean telah memutuskan akan membatalkan pesanan kapal bernilai lebih rendah, khususnya kapal peti kemas. Laporan tersebut menegaskan bahwa perusahaan telah membatalkan pesanan kapal peti kemas pada tahun 2023 karena kehilangan lebih dari USD 7,5 juta untuk setiap kapal peti kemas yang dikirimkan. Dilaporkan juga bahwa ketika perusahaan sedang menyelesaikan sebagian dari antrian pesanan dan berencana untuk menutup salah satu dari lima dermaga kering yang saat ini digunakan untuk perakitan. Tahun 2023, perusahaan menyoroti rehabilitasi dermaga kering termasuk kemampuan untuk membangun empat kapal pengangkut LNG besar secara bersamaan di dermaga kering utamanya.
Secara historis, DSME adalah pemimpin di segmen kapal peti kemas dengan laporan media menyoroti hingga akhir tahun 2021, DSME memenangkan pesanan untuk 10 kapal peti kemas besar baru. Saat ini galagna kapal tersebut sedang membangun kapal peti kemas berbahan bakar ganda LNG yang besar untuk Hapag Lloyd dan pada tahun 2023, tidak menerima pesanan kapal peti kemas baru.
Pekan lalu, manajemen Hanwha Ocean mengkonfirmasi kepada media Korea bahwa mereka terus menyempurnakan strategi pembuatan kapal dan tidak akan mengumumkan secara publik target pesanan untuk tahun 2024. Laporan media mengatakan bahwa galangan kapal tersebut telah mencapai lebih dari setengah dari target pesanan senilai USD 7 miliar pada tahun 2023. Perusahaan tersebut memenangkan pesanan untuk lima kapal pengangkut LNG, lima kapal pengangkut amonia, dan tujuh kapal angkatan laut, dan diyakini sedang melanjutkan negosiasi harga dengan QatarEnergy untuk menyelesaikan pesanan yang lebih besar untuk kapal pengangkut LNG yang diharapkan dalam beberapa bulan terakhir. HD Hyundai adalah satu-satunya dari tiga pembuat kapal besar Korea yang mengubah reservasi menjadi pesanan pasti dari Qatar pada paruh kedua tahun 2023.
DSME melaporkan kerugian finansial yang besar dan pejabat pemerintah mengatakan bahwa hal tersebut memerlukan investasi dan fokus manajemen baru. Bank Pembangunan Korea yang dikelola pemerintah melelang galangan kapal tersebut pada tahun 2022 dengan mengatakan bahwa Hanwha akan memberikan modal dan kekuatan untuk menjamin masa depannya. Setelah mengalami kerugian finansial selama berbulan-bulan, Hanwha melaporkan telah kembali memperoleh keuntungan pada kuartal ketiga tahun 2023.
Laporan media menekankan persaingan yang kuat dari galangan kapal Tiongkok yang kini memenangkan sebagian besar pesanan kapal peti kemas. Mereka mengatakan persaingan tersebut menekan harga pesanan kapal peti kemas baru. Pemerintah Korea telah menekankan bahwa daya saing industri pembuatan kapal di masa depan terletak pada kapal bernilai tinggi, terutama kapal pengangkut LNG, dimana Korea terus memiliki keunggulan yang kuat serta teknologi baru termasuk amonia, hidrogen, dan otomatisasi navigasi dan pengoperasian kapal.
