Fitch Ratings telah mengubah prospek industri pengiriman global untuk tahun 2025 menjadi “stabil”, dari sebelumnya yang diprediksi “memburuk”. Perubahan ini didorong oleh ekspektasi kinerja yang stabil hingga membaik di berbagai subsektor, termasuk sektor tanker dan curah kering, meskipun ada penurunan pada sektor pengiriman peti kemas.
Namun demikian, Fitch tetap menekankan bahwa sektor pengiriman, khsusunya shipping, tetap menjadi salah satu yang paling rentan terhadap konflik geopolitik. Hal ini wajar mengingat beberapa rute perdagangan utama di dunia tetap berada dalam kategori berisiko tinggi, yang bisa berdampak langsung terhadap kelancaran perdagangan global.
Pada tahun 2024, sektor pengiriman global diuntungkan dari kelanjutan konflik yang ada, seperti dampak perang Ukraina terhadap pengiriman tanker, serta munculnya situasi baru, seperti gangguan pengiriman peti kemas di Laut Merah. Meskipun demikian, jika risiko geopolitik dapat berkurang, tarif angkutan yang tinggi berpotensi untuk normal kembali, meskipun proses ini kemungkinan membutuhkan waktu setelah penyelesaian sengketa-sengketa yang ada.
Fitch juga menyoroti potensi perubahan kebijakan perdagangan, terutama yang mungkin terjadi setelah pemilu AS 2024. Perubahan tersebut bisa menambah risiko yang mengurangi permintaan terhadap perusahaan pelayaran. Namun, perencanaan rantai pasok dengan pendekatan “just in case” mungkin tetap memicu lonjakan permintaan jangka pendek. Di sisi lain, pengalihan jalur perdagangan dapat membantu mengurangi dampak risiko ini.
Fitch memperkirakan bahwa sektor pengiriman tanker dan curah kering akan tetap stabil, dengan kinerja sektor tanker diperkirakan akan tetap baik. Sementara itu, sektor pengiriman peti kemas diprediksi akan menghadapi kelebihan pasokan pada tahun 2025, seiring dengan bertambahnya pengiriman kapal baru, yang kemungkinan akan terus menekan tarif angkutan.
Selain itu, pengetatan regulasi emisi berpotensi menimbulkan risiko jangka menengah hingga panjang, terutama terkait dengan biaya kepatuhan yang lebih tinggi serta kebutuhan untuk berinvestasi dalam aset operasional dan infrastruktur pendukung yang lebih ramah lingkungan.
Source: fitchratings.com

