Skip to content

Kapal Berbahan Bakar LNG Dominasi Pesanan Kapal Ramah Lingkungan pada 2024

Foto: Kapal CMA CGM, perusahaan pelayaran yang gencar memesan kapal ramah lingkungan

Kapal dengan bahan bakar LNG (Liquefied Natural Gas) mendominasi pesanan baru untuk kategori kapal ramah lingkungan pada 2024. Data terbaru dari lembaga klasifikasi internasional, DNV, menunjukkan bahwa LNG mendominasi pesanan kapal ramah lingkungan. Pada bulan November saja, dari total 27 pesanan baru, sebanyak 23 unit merupakan kapal berbahan bakar LNG.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

DNV juga menjelaskan jenis kapal kontener mendominasi pesanan baru ramah lingkungan dengan total 15 kapal berbahan bakar LNG yang dipesan pada bulan November. Posisi kedua ditempati car carrier dengan total pesanan 6 unit. Kapal kontener juga terbanyak dengan bahan bakar amonia dengan 4 pesanan dalam bulan November.

Mundur ke bulan sebelumnya (Oktober), total pesanan kapal berbahan bakar LNG juga mendominasi, yakni 66 unit, dari total 97 pesanan, termasuk 58 kapal kontener.

“Meskipun pesanan kapal berbahan bakar alternatif pada bulan November menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan bulan Oktober, yang merupakan bulan terkuat dalam sejarah pesanan kapal, tren keseluruhan tetap positif,” kata Jason Stefanatos, Direktur Dekarbonisasi Global di DNV Maritime.

Lonjakan pesanan LNG ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam pasar kapal berbahan bakar alternatif, setelah pada 2023, metanol sempat menjadi bahan bakar yang paling banyak diminati.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Namun, minat terhadap metanol mengalami penurunan drastis, dengan pesanan kapal kontainer berbahan bakar metanol yang hanya mencakup 21% dari kapasitas baru pada 2024, turun tajam dari 51% pada 2023. Penurunan ini disebabkan oleh sejumlah tantangan, seperti masalah rantai pasok, kenaikan biaya pemrosesan, dan penundaan produksi. “LNG tetap mendominasi, didorong oleh segmen pengiriman peti kemas, yang merupakan kontributor utama pesanan kapal berbahan bakar alternatif pada tahun 2024,” tambah Stefanatos.