Skip to content

Percepatan Pengiriman Sudah Terasa, Throughput Pelabuhan Long Beach Oktober Pecahkan Rekor

Untuk pertama kalinya dalam 113 tahun sejarahnya, Pelabuhan Long Beach mencatatkan throughput bulanan hampir mencapai 1 juta TEU pada bulan Oktober 2024. Pencapaian ini menjadikannya bulan tersibuk dalam sejarah pelabuhan tersebut. Menurut data, throughput Long Beach Oktober mencapai 987.191 TEU, naik 30,7% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Lonjakan volume kargo bulan Oktober ini tidak hanya memecahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada Agustus 2024, tetapi juga berhasil melampaui angka tersebut dengan peningkatan 8%. Faktor utama yang mendasari pencapaian ini antara lain permintaan barang dagangan liburan yang tinggi dan beberapa keterlambatan akibat insiden lalu lintas serta kebakaran di sekitar pelabuhan yang mengganggu beberapa operasi terminal pada akhir September.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Bulan Oktober yang mencetak rekor ini juga mencatatkan kenaikan signifikan di hampir seluruh kategori kargo. Impor tercatat melonjak 34,2% menjadi 487.563 TEU, sementara ekspor mengalami kenaikan 25,3% menjadi 112.845 TEU. Pergerakan peti kemas kosong juga menunjukkan tren positif, dengan peningkatan 28,1% menjadi 386.782 TEU.

Pencapaian ini menjadikan Oktober sebagai bulan kelima berturut-turut di mana Pelabuhan Long Beach mengalami peningkatan kargo dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, pada sepuluh bulan pertama tahun 2024, pelabuhan ini telah memindahkan total 7.904.564 TEU—sebuah lonjakan 20,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.

CEO Pelabuhan Long Beach, Mario Cordero, memberikan penghargaan kepada tenaga kerja dan operator terminal yang bekerja keras tanpa kenal lelah. “Kami sangat menghargai dedikasi mereka yang terus bergerak dengan kecepatan tinggi, memindahkan hampir 1 juta TEU tanpa terjadinya kemacetan atau antrean,” ungkap Cordero.

Dengan kinerja luar biasa sepanjang tahun ini, Pelabuhan Long Beach menunjukkan tekad untuk terus beradaptasi dengan perubahan pasar dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Amerika Serikat. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan efisiensi operasional, tetapi juga komitmen yang kuat terhadap pemangku kepentingan dan para pekerja yang mendukung kelancaran setiap proses.

Kwatir Tarif Naik, Pengiriman Dipercepat

Seperti kekwatiran banyak orang, Cordero mengamini kekhawatiran tentang tarif impor baru yang mungkin segera diberlakukan, sehingga mendorong importir untuk mempercepat pengiriman barang.

Kendati demikian, Cordero juga mengakui beberapa faktor lain yang turut berkontribusi, termasuk demand konsumen yang terus meningkat serta adanya negosiasi tenaga kerja yang tengah berlangsung di pelabuhan-pelabuhan besar di Pantai Timur dan Teluk Amerika Serikat.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, janji Donald Trump sebagai Presiden terpilih AS untuk menaikkan tariff impor memicu importir untuk mempercepat pengiriman barang impor sebelum tarif baru tersebut benar-benar berlaku.

Trump, dalam kampanyenya, akan kembali melakukan pengetatan impor dengan menaikkan tarif. Trump berjanji untuk menaikkan tariff impor sebesar 10%-20% untuk semua jenis barang dan semua negara asal. Sementara khusus untuk barang-barang impor dari China, akan dikenakan kenaikan tariff yang jauh lebih besar, yakni antara 60%-100%.

Paul Brashier, Wakil Presiden Rantai Pasok Global di ITS Logistics, menyebut situasi ini sebagai pengulangan tahun 2018 selama periode pertama Trump terpilih sebagai Presiden AS. Trump terpilih sebagai Preisden ke-45 pada periode 2017-2018. Dan, pada tahun 2018, setahun setelah menjadi Presiden, Trump memenuhi janjinya, menaikkan tariff impor.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Ini akan terjadi lagi. Dan ini tidak hanya untuk impor dari China, tetapi juga untuk impor dari negara lain. Ancaman kenaikan tariff tersebut mendorong seluruh perusahaan di dunia untuk melakukan pengiriman lebih awal,” kata Paul sebagaimana dikutip CNBC. Paul memperkirakan hal ini akan menyebabkan lonjakan permintaan peti kemas serta kenaikan ocean freight. Memang ia mengakui adanya sentimen yang beragam dari pasar bisnis pelayaran. Untuk jangka pendek, freight rate akan naik sehingga bisa menguntugkan pelayaran, namun untuk jangka panjang, hal ini tidak menguntungkan.