Skip to content

Pelayaran Desak Reformasi Layanan Bea Cukai Uni Eropa

Menjelang Hari Bea Cukai Sedunia 2025, sektor pelayaran, logistik, dan perdagangan global mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak reformasi bea cukai guna menanggapi semakin kompleksnya perdagangan internasional.

Melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap berbagai peraturan bea cukai Uni Eropa saat ini merupakan kesempatan untuk melakukan reformasi yang dapat mengubah secara signifikan sistem bea cukai, sehingga meningkatkan efisiensi perdagangan, keamanan, dan ketahanan ekonomi.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Laporan yang disusun oleh Mario Draghi tahun lalu menekankan perlunya Eropa untuk memperkuat daya saing global, ketahanan ekonomi, dan keamanan rantai pasok. Kedua tujuan ini sangat bergantung pada sistem bea cukai yang lebih efisien dan efektif.

Pernyataan yang ditandatangani oleh 23 organisasi pelayaran, logistik, dan perdagangan ini menyerukan perlunya manajemen perbatasan yang lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih aman.

Transformasi digital dan kemitraan publik-swasta yang lebih kuat menjadi pendorong utama dalam mencapai tujuan tersebut. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan terciptanya lingkungan perdagangan yang kompetitif dan aman yang mampu menghadapi tantangan ekonomi global saat ini.

“Reformasi bea cukai Uni Eropa menawarkan peluang besar bagi UE untuk meningkatkan daya saing dan keamanannya. Meskipun perdagangan adalah pendorong utama ekonomi UE, beban administratif yang berlebihan, termasuk proses bea cukai yang terfragmentasi dan peraturan yang rumit, telah menghambat efisiensi pergerakan barang dan mengurangi daya saing Uni Eropa,” kata Joe Kramek, Presiden dan CEO World Shipping Council, dalam web WSC.

“Industri secara bersama-sama mengakui pembaruan kerangka peraturan dan kerja sama yang lebih erat antara pihak publik dan swasta di perbatasan sangat penting untuk menciptakan sistem perdagangan yang lebih efisien dan aman, sekaligus melindungi kepentingan bisnis dan kepentingan nasional,” lanjut Kramek.

Pernyataan tersebut juga menekankan pentingnya penerapan teknologi canggih, seperti kecerdasan buatan (AI), serta penguatan kemitraan dengan sektor swasta untuk memperkuat manajemen risiko, memerangi perdagangan gelap, dan memastikan pergerakan barang yang sah tanpa hambatan.
Kramek menegaskan, “Pembuat kebijakan harus memprioritaskan investasi dalam teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penyusunan regulasi yang seimbang agar dapat memenuhi komitmen bea cukai dan mewujudkan potensi penuh reformasi bea cukai Uni Eropa.”

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Dengan bea cukai sebagai fondasi untuk efisiensi dan keamanan perdagangan global, Uni Eropa memiliki peluang untuk memimpin dengan memberikan contoh, menetapkan standar sistem bea cukai modern yang dapat diadopsi secara global,” tutup Kramek.