Satu kesepakatan besar kembali mengguncang industri pelayaran dunia. Perusahaan pelayaran Jerman, Hapag-Lloyd, dilaporkan mengakuisisi ZIM, perusahaan pelayaran asal Israel dan merupakan perusahaan pelayaran terbesar ke-9 global. Akuisisi yang mencapai sekitar 4,2 miliar dollar AS ini merupakan sebuah transaksi terbesar sejak ledakan tarif angkutan laut pada masa pandemi Covid-19.
Jika transaski ini rampung, pangsa pasar global Hapag-Lloyd diperkirakan naik menjadi sekitar 9,2 persen. Perusahaan ini akan kokoh di posisi lima besar pelayaran container global, di belakang raksasa-raksasa seperti MSC, Maersk, CMA CGM, dan COSCO.
Hapag-Lloyd nantinya diperkirakan akan mengoperasikan 400 kapal dengan total kapasitas mencapai 4,8 juta TEU, termasuk kapal-kapal yang sedang dalam pembangunan. Volume angkut diperkirakan mencapai 17–18 juta TEU per tahun, menempatkan Hapag-Lloyd pada posisi yang semakin kuat dalam pasar industri pelayaran kontainer global.
Mengomentari hal tersebut sebagaimana dikutip beberapa media internasional, CEO Hapag-Lloyd, Rolf Habben Jansen, menyebut ZIM sebagai “mitra yang sangat baik”, terutama karena kekuatannya di jalur Transpasifik, Intra-Asia, Atlantik, Amerika Latin, hingga Mediterania Timur.
Penggabungan ini mengerek posisi Hapag-Lloyd di Transpasifik, jalur perdagangan krusial yang menghubungkan Asia dan Amerika Utara, ke dalam empat besar dengan tambahan pangsa pasar tiga hingga empat poin persentase.
Di Atlantik, jejak ZIM menutup celah historis dalam jaringan Hapag-Lloyd. Dari sisi armada, ZIM menyumbangkan sekitar 713.000 TEU kapasitas operasional melalui 117 kapal kontainer dan 14 kapal pengangkut mobil (car carrier). Sekitar 60 persen armadanya tergolong baru, termasuk hampir 40 kapal berbahan bakar LNG.
Kesepakatan ini juga memperdalam peran Hapag-Lloyd dalam kerja sama Gemini, aliansi strategisnya bersama Maersk yang diluncurkan Februari 2025. Tambahan volume dari ZIM berpotensi meningkatkan utilisasi aset dalam jaringan tersebut.
Bagi para pemegang saham, kesepakatan ini menutup satu siklus paling dramatis dalam sejarah pelayaran modern.
Sejak IPO pada Januari 2021, ZIM telah membagikan dividen 5,7 miliar dollar AS. Ditambah nilai akuisisi, total pengembalian modal mendekati 10 miliar dollar AS, sekitar lima kali lipat nilai pasar awalnya dan 45 kali modal yang dihimpun saat IPO. Dari perusahaan dengan ekuitas negatif pada 2017, ZIM menjelma menjadi simbol euforia tarif angkutan era pandemi, terutama berkat eksposurnya pada pasar spot Transpasifik.
Di bawah kepemimpinan CEO Eli Glickman, perusahaan ini mencatat profitabilitas rekor saat tarif melonjak. Kini, di tengah pendinginan pasar, ZIM memilih bergabung dengan pemain yang lebih besar.
Sementara itu, pendapatan Hapag-Lloyd pada tahun lalu (2025) tercatat 21,1 miliar dollar AS dengan EBITDA 3,6 miliar dollar AS dan EBIT 1,1 miliar dollar AS, turun tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Meski volume naik 8 persen menjadi 13,5 juta TEU, tarif rata-rata turun 8 persen menjadi 1.376 dollar AS per TEU. Pengalihan rute melalui Tanjung Harapan serta biaya awal aliansi Gemini menekan margin.
Transaksi ini telah disetujui dewan direksi ZIM dan ditargetkan rampung pada akhir 2026, menunggu restu pemegang saham dan regulator. Hingga saat itu, kedua perusahaan tetap beroperasi seperti biasa.
ZIM Baru
Namun transaksi ini bukan semata soal bisnis. Ada dimensi geopolitik yang menyertainya.
ZIM memegang “Saham Emas” yang dikendalikan Negara Israel, sebuah instrumen untuk menjaga kepentingan strategis nasional. Dalam struktur kesepakatan ini, saham tersebut akan dialihkan kepada FIMI Opportunity Funds, dana ekuitas swasta terbesar di Israel dengan aset kelolaan lebih dari 11 miliar dollar AS.
FIMI akan membentuk operator baru bernama “New ZIM” dengan 16 kapal modern yang melayani rute-rute strategis Israel menuju pelabuhan utama di Uni Eropa, Amerika Serikat, Mediterania, dan Laut Hitam. Perusahaan baru ini tetap menggunakan merek ZIM serta memperoleh dukungan komersial dari Hapag-Lloyd, termasuk akses ke jaringan Gemini.
Pendiri dan CEO FIMI Funds, Ishay Davidi, menegaskan pentingnya mempertahankan perusahaan pelayaran Israel yang kuat dan independen. “Kami akan menciptakan perusahaan Israel yang stabil, ZIM baru, dan memandang Hapag-Lloyd sebagai mitra strategis yang signifikan,” ujarnya.
Disadur dari sejumlah sumber

