Skip to content

Fokus Bangun Kapal High-Value, Galangan Korea Turun Peringkat

Kendati laba melonjak, namun galangan Korea Selatan gagal mempertahankan posisi teratasnya dalam jumlah pesanan kapal tahun ini. Pesanan tertinggi berupa transportasi green-fuel dan high-performance, prospek saham yang baik di tengah migrasi hijau di laut yang lebih cepat.

Menurut Clarkson Research Services, pada tahun 2021 galangan Korea mengantongi 403 pesanan kumulatif (17,35 juta GT). Jumlah ini ekuivalen dengan 38% dari total pesanan global selama 2021 yang mencapai 1.846 pesanan (45,73 juta GT).

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Keunggulan Korea selama tiga tahun terakhir digantikan oleh China yang menempati posisi puncak. Dengan total pesanan 965 unit (22,8 juta GT), Galangan China menguasai sekitar 50% dari total pesanan global pada 2021. Sebagian besar pesanan ke Galangan China merupakan kapal peti kemas yang melonjak lebih dari 10 kali lipat di tengah lonjakan biaya pengiriman laut. Sementara galangan Korea lebih berfokus pada kapal high-value seperti kapal LNG untuk profitabilitas yang lebih baik.

Sebagian besar pesanan tersebut didapat pada semester I tahun 2021. Galangan  Korea meraih 5,79 juta CGT atau 34% pada kuartal pertama, 5,27 juta CGT atau 30% pada kuartal kedua, 3,66 juta CGT atau 21% pada kuartal ketiga dan 2,63 juta CGT atau 15% pada kuartal keempat.

Perusahaan Korea Shipbuilding & Offshore Engineering Co. menerima pesanan senilai USD 6 miliar pada kuartal pertama, USD 8 miliar pada kuartal kedua, USD 5,9 miliar pada kuartal ketiga, dan USD 2,9 miliar pada kuartal keempat. Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering menerima pesanan senilai USD 1,79 miliar pada kuartal pertama, USD 3,71 miliar pada kuartal kedua, USD 2,54 miliar pada kuartal ketiga, dan USD 2,82 miliar pada kuartal keempat.

Analis optimis tentang saham pembuatan kapal di tahun 2022. Pada tahun 2021, tiga saham besar mengalami kerugian, diantaranya KSOE minus 14%, Samsung Heavy Industries minus 17,71%, dan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering minus 17,24%.

Menurut penyedia data keuangan FnGuide yang berbasis di Seoul, di antara saham-saham tersebut, Hyundai Mipo Dockyard paling difavoritkan oleh tiga perusahaan sekuritas. Konsensus pasar untuk harga sahamnya berada di angka 97.231 won (USD 81,65) pada 31 Desember, naik sebesar 38,9% dari harga saat ini.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Hanwha Investment & Securities memperkirakan laba operasional Hyundai Mipo Dockyard akan mencapai 131 miliar won setelah berhasil mengembalikan kerugian di awal tahun ini dengan penjualan naik sebesar 25% menjadi total 3,53 triliun won.