Kongesti pada sejumlah Pelabuhan global berimplikasi sangat signifikan terhadap ketepatan jadwal, baik kedatangan maupun keberangkatan pada tahun lalu. Memang, menurut Sea-Intelligence, ketepatan jadwal sudah mengalami penurunan sejak awal pandemic.
Menurut data yang dikumpulkan Sea-Intelligence, secara umum, ketepatan jadwal tahun lalu (2021) paling parah, yakni hanya mencapai 35,8%, turun dibanding tahun 2020 (63,9%) dan 2019 (78%).
Sea-Intelligence mencatat bahwa rata-rata tren keterlambatan kedatangan kapal meningkat sejak keterlambatan terendah yang tercatat sebesar 3,19 hari pada tahun 2016, sedangkan pada tahun 2021 mencapai 6,86 hari, hampir menyentuh angka tujuh hari. Rata-rata keterlambatan kedatangan meningkat tajam pada tahun 2020, dan lebih tajam lagi pada tahun 2021 dimana untuk pertama kalinya melewati batas empat hari.
Lalu, pelayaran apakah yang memiliki kecepatan terbaik tahun lalu? Dari 14 besar pelayaran global, menurut data Sea-Intelligence, Maersk menempati posisi teratas sebagai pelayaran dengan ketepatan jadwal terbaik yaitu sebesar 46,4%, diikuti oleh Hamburg Süd, dengan nilai hampir 41%.
Empat pelayaran termasuk MSC, Hapag-Lloyd, ZIM dan CMA CGM mencatat ketepatan jadwal 30%‑40%, sementara PIL, COSCO, ONE, HMM, Wan Hai, OOCL dan Yang Ming, mencatat ketepatan jadwal 20%-30%. Hanya Evergreen yang mencatat ketepatan jadwal di bawah 20%.
Tidak ada satu pun dari 14 pelayaran teratas tersebut mencatat peningkatan ketepatan jadwal dalam periode satu tahun.
Sementara itu pelayaran khusus Streamlines, Geest Line, dan ICL merupakan pelayaran dengan ketepatan jadwal tertinggi pada tahun 2021, dengan nilai ketepatan jadwal masing-masing adalah 98,8%, 98,6% dan 98%, sementara ARRC memiliki nilai ketepatan jadwal terendah yaitu sebesar 9,9%. Hanya terdapat 11 operator khusus yang mencatat peningkatan ketepatan dalam perode satu tahun.
Tahun lalu, 2M Alliance menempati posisi tertinggi dengan nilai ketepatan jadwal 33,6%, diikuti oleh THE Alliance (15,5%), dan Ocean Alliance (8,2%), yang semuanya mencatat penurunan ketepatan jadwal “substansial” dalam periode satu tahun. Hanya 2M Alliance yang mencetak skor lebih baik dari rata-rata industri, yaitu sebesar 3,5%, sedangkan Ocean Alliance mencatat penurunan substansial sebesar 15,3% pada tahun 2021. Selain itu, berdasarkan data dari Sea-Intelligence, kinerja 2M tercatat lebih baik daripada industri dalam tiga dari empat kuartal tahun 2021.
Keenam jalur utama perdagangan Timur/Barat mencatat penurunan ketepatan jadwal dua digit dalam periode satu tahun, dengan jalur perdagangan Asia-Eropa dan Asia-Pantai Barat Amerika Utara mencatat penurunan lebih dari 40% dalam periode satu tahun.
Alan Murphy, CEO Sea-Intelligence menjelaskan, “Selain dari jalur perdagangan Trans-Atlantik Timur, pada tahun 2021 tidak ada jalur perdagangan lain yang mencatat skor ketepatan jadwal yang lebih baik. Jalur perdagangan Transpacific dan Asia-Eropa Utara mencatat penurunan dua digit.”
Dalam hal penundaan, keenam jalur perdagangan mengikuti tren umum yang sama.
Pada tahun 2021, keterlambatan kapal rata-rata jalur Asia-Pantai Barat Amerika Utara lebih dari 12 hari, sementara Asia-Eropa Utara lebih dari delapan hari.

