Skip to content

25% Jadwal Pelayaran Asia-NAWC Dibatalkan

Blank sailings (pembatalan pelayaran) biasanya digunakan oleh carriers sebagai strategi tradisional untuk mengelola keseimbangan supply dan demand. Namun, dengan ledakan permintaan di Amerika Utara dan kemacetan pelabuhan yang diakibatkannya, carriers telah berusaha untuk memenuhi kewajiban keberangkatan kapal mingguan mereka, yang mengakibatkan penundaan pelayaran, perubahan jadwal, dan pembatalan pelayaran. Sea-Intelligence menganalisis dampak blank sailings ini terhadap kapasitas yang dikerahkan untuk perdagangan utama Timur/Barat.

Dampak terbesar saat ini terjadi pada jalur perdagangan Asia-Pantai Barat Amerika Utara (NAWC=North America West Coast) (ditunjukkan pada gambar 1). Sebagai catatan, garis putus-putus merah menunjukkan proyeksi, berdasarkan jadwal penyebaran carriers saat ini untuk 12 minggu ke depan.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Dampak awal dari pandemi Covid-19 dapat dilihat dengan puncaknya yang luar biasa tinggi di awal tahun 2020, karena pada dasarnya kita melihat peningkatan dari Tahun Baru Imlek. Sejak itu, blank sailings turun drastis, karena permintaan meningkat dan kapasitas ditingkatkan. Yang kemudian terjadi adalah apa yang kita sebut sebagai blank sailings yang disebabkan oleh kemacetan.

Dengan lonjakan tingkat permintaan sejak semester II tahun 2020, carriers berusaha untuk mengerahkan kapasitas yang cukup. Sementara pelabuhan kewalahan dengan kemacetan berikutnya, perusahaan pengangkutan berusaha untuk mempertahankan jadwal weekly-sailings, sehingga menyebabkan terjadinya pembatalan.

Tren ini telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir, dengan 28,4% dari total kapasitas Asia-NAWC kosong di minggu ke-44. Ini juga tidak dapat dikaitkan dengan Golden Week, karena turun di minggu 39/40.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Untuk 12 minggu mendatang, diharapkan persentase kapasitas kosong akan mengalami penurunan. Sebab, pembatalan pelayaran ini bukan dikarenakan manajemen kapasitas, melainkan karena pengangkut terpaksa melakukannya akibat pelabuhan yang macet. Artinya, blank sailings yang terjadi saat ini sebagian besar merupakan akibat operasional dari kemacetan dan keterlambatan kapal, yang tidak dapat diprediksi sebelumnya, terutama pada perdagangan dengan waktu pulang pergi yang relatif singkat.