Skip to content

Premi Asuransi Pelayaran di Laut Merah Naik 5-10 Kali Lipat

Krisis Laut Merah yang menempatkan kapal-kapal komersial pada resiko tinggi menyebabkan melonjaknya premi asuransi yang harus dibayarkan. Menurut beberapa sumber sebagaimana yang dikutip Media Perancis Agence France-Presse (AFP), premi asuransi melonjak 5-10 kali lipat selama terjadinya krisis Laut Merah.

Kenaikkan tersebut terjadi pada hampir semua jenis asuransi dalam kegiatan pelayaran. Sebagaimana biasanya, kapal komersial perlu mendapatkan tiga jenis asuransi.  Asuransi lambung kapal menjamin kerusakan kapal; asuransi kargo mencakup muatan kapal; dan asuransi perlindungan dan ganti rugi mencakup pertanggungan atas kerusakan yang ditimbulkan kepada pihak ketiga.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Menurut Frederic Denefle, seorang pejabat eksekutif Perusahaan asuransi Perancis Garex yang spesialis pada asuransi bidang maritim, premi untuk kapal dan muatannya “meningkat secara signifikan” pasca serangan Houthi di Laut Merah. Menurutnya, hal tersebut sebanding dengan tingkat ancamannya.

Pendapat serupa disampaikan Neil Roberts, kepala divisi bidang pelayaran dan penerbangan  Lloyd’s Market Association (LMA), yang mewakili semua bisnis penjaminan di pasar asuransi Lloyd’s of London. Menurut Neil, krisis Laut Merah merupakan hal yang ‘tidak biasa’ namun bukan hal yang luar biasa.

“Situasi Laut Merah bersifat dinamis dan tidak biasa karena negara non-tempur menargetkan pelayaran komersial untuk mencapai tujuan politik di negara ketiga,” kata Roberts kepada AFP.

“Hal ini bukan hal yang luar biasa bagi pelayaran. Pelayaran komersial sering kali mendapat ancaman berbahaya, baik di Afrika Barat lepas pantai Somalia ataupun di tempat lain,” jelas Robert.

Bagi perusahaan asuransi, jelas Robert, Laut Merah masuk dalam klasifikasi ‘Listed Area’, artinya kapal yang berencana berlayar ke kawasan tersebut harus memberi tahu perusahaan asuransinya.

Penyedia asuransi kemudian dapat meninjau kapal tersebut dan perjalanannya, dan dapat meminta premi perang tambahan di luar premi normal. Namun premi perang ini terbatas pada jangka waktu yang singkat.

Sejumlah perusaahaan asuransi mengamini krisis Laut Merah berdampak signifikan terhadap premi asuransi.

Claire Hamonic, manajer umum perusahaan asuransi Ascoma International, memperkirakan premi asuransi perang telah naik berlipat ganda, antara 5-10 kali lipat untuk kapal dan kargo yang melintasi Laut Merah.

Menurut beberapa sumber industri yang tidak disebutkan namanya, tingkat premi risiko perang saat ini berkisar antara 0,6 persen dan 1,0 persen dari nilai kapal. Jumlah tersebut tentu sangat besar apalagi untuk kapal besar bernilai lebih dari 100 juta euro.

Bendera Kapal Berpengaruh

Besaran premi asuransi, menurut Munro Anderson, kepala operasi spesialis asuransi perang Vessel Protect, juga dipengarhui asal-usul kapal atau jenis bendera negara yang dipkai kapal tersebut. “Houthi sudah terang-terangan mengatakan mereka menargetkan kapal-kapal yang terhubung dengan Israel, AS, dan Inggris,” kata Anderson kepada AFP.

“Kapal-kapal berbendera negara yang tidak terkait dengan Israel, AS dan Inggris memiliki resiko rendah. Kapal-kapal berbendera China membayar premi yang lebih rendah dibanding dibandingkan dengan negara-negara yang terkait dengan Israel, Inggris, dan AS,” lanjut Anderson.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Sumber: AFP