Ocean Network Express (“ONE”) mengumumkan tonggak penting dalam perjalanannya. Pada Jumat, 14 Februari, 2025, kemarin, bertempat di galangan kapal Hyundai Heavy Industries, Korea Selatan, perusaahaan pelayaran terbesar ke-6 global ini melakukan seremoni pemberian nama untuk kapal perdana milik sendiri. Diberi nama ONE Sparkle, kapal kontainer ini menandai langkah besar bagi perusahaan dalam mengembangkan armada milikannya.
“Penamaan ONE Sparkle adalah momen bersejarah bagi perusahaan kami. Kapal ini bukan hanya kapal pertama yang dimiliki oleh ONE, tetapi juga mencerminkan komitmen kami terhadap bisnis shipping berkelanjutan,” kata Jeremy Nixon, CEO ONE, dalam press release resmi perusahaan.
“Dengan desain terkini dan inovatif serta berbahan bakar alternatif, kapal ini akan memainkan peran penting untuk membuktikan komitmen kami dalam mendukung industri yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan keandalan layanan,” lanjut Jeremy.
ONE Sparkle dilengkapi dengan berbagai fitur ramah lingkungan yang canggih, termasuk kemampuan untuk menggunakan bahan bakar metanol dan amonia, memberikan fleksibilitas untuk konversi ke bahan bakar alternatif di masa depan dan desain lambung canggih yang dioptimalkan untuk efisiensi energi secara maksimal.
Kapal ini juga memiliki fitur teknologi hemat energi generasi terbaru serta integrasi teknologi pintar untuk memastikan kinerja kapal yang optimal.
Setelah nanti beroperasi, kapal ini akan memperkuat posisi ONE dalam layanan perdagangan global sekaligus membuktikan komitmen perusahaan mendukung industri pelayaran ramah lingkungan.
ONE Sparkle yang berkapasitas 13.800 TEUs dibangun di galangan kapal Korea Selatan – Hyundai Heavy Industries.
Berbendera Singapura dan dan berkelas ABS (American Bureau of Shipping), ONE Sparkle berada di bawah managemen OneSea Solutions Pte. Ltd., sebuah perusahaan manajemen kapal yang dimiliki bersama oleh ONE dan Seaspan Corporation.
Kapal ini merupakan salah satu dari 20 kapal berbahan bakar amonia/methanol yang sedang dibangun di Korea dan Jepang. Kapal-kapal ramah lingkungan ini diperkirakan siap beroperasi antara tahun 2025 – 2026.

