Skip to content

Hutchison Jual Saham Pelabuhan, Termasuk JICT dan TPK Koja?

Menyusul rencana penjualan saham CK Hutchison di 43 pelabuhan global, apakah kepemilikan saham Hutchison di dua terminalnya di Indonesia—Jakarta International Container Terminal (JICT) dan TPK Koja—akan turut beralih?

Saat ini, Hutchison memegang 49% saham di masing-masing JICT dan TPK Koja, sementara 51% saham lainnya dimiliki oleh PT Pelabuhan Indonesia.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Meski belum ada pernyataan resmi dari Hutchison, sejumlah laporan media internasional menyebutkan bahwa Hutchison berencana untuk menjual sahamnya di seluruh pelabuhan, kecuali yang termasuk dalam HPH Trust yang terdaftar di Singapura, serta fasilitas-fasilitas di Hong Kong, Shenzhen, dan Cina Selatan.

Media Seatrade Maritime bahkan menyebutkan secara lebih eksplisit bahwa Hutchison akan melepas saham-saham di 43 pelabuhan internasional yang tersebar di 23 negara, termasuk di Rotterdam, Inggris, Spanyol, Indonesia, Korea Selatan, Argentina, dan Meksiko.

Jika laporan ini benar, maka penjualan tersebut kemungkinan termasuk saham Hutchison di JICT dan TPK Koja. Artinya, saham 49% di kedua terminal tersebut akan berpindah tangan kepada pemilik baru, yaitu konsorsium yang terdiri dari perusahaan investasi AS, BlackRock, dan Terminal Investment Limited (TiL), anak perusahaan dari MSC—perusahaan pelayaran terbesar di dunia.

Rekor Transasksi $22,8 miliar

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, CK Hutchison, yang dimiliki oleh konglomerat Hong Kong Li Ka-shing, akan menjual saham mayoritas di 43 pelabuhan internasional, termasuk dua terminal di Panama yang sempat menuai kecaman dari Presiden Trump.

Hutchison, yang terdaftar di bursa saham Hong Kong, menjual 80% saham di 43 pelabuhan internasional milik anak perusahaannya, Hutchison Ports, kepada konsorsium yang terdiri dari BlackRock dan TiL. Konsorsium ini juga akan mengakuisisi 90% saham Panama Ports Company (PPC), yang mengoperasikan pelabuhan Balboa dan Cristobal di pintu masuk Terusan Panama.

Namun, terminal-terminal yang termasuk dalam HPH Trust yang terdaftar di Singapura, serta fasilitas di Hong Kong, Shenzhen, dan Cina Selatan, tidak termasuk dalam kesepakatan ini. Demikian pula, pelabuhan-pelabuhan yang dikelola oleh grup Hutchison di China juga dikecualikan.

Nilai keseluruhan dari kesepakatan yang melibatkan 43 terminal internasional dan transaksi PPC diperkirakan mencapai $22,8 miliar. Kedua transaksi tersebut sudah disetujui secara prinsip, meskipun masih memerlukan proses uji tuntas dan persetujuan regulasi. Kesepakatan mengenai PPC juga memerlukan persetujuan terpisah dari pemerintah Panama, yang baru-baru ini menghadapi tantangan hukum terkait status konstitusional konsesi tersebut.

CK Hutchison berharap dokumentasi final untuk transaksi PPC dapat ditandatangani pada atau sebelum 2 April 2025.

Murni Bisnis, Bukan Karena Tekanan Politik

Frank Sixt, Co-CEO CK Hutchison, menyatakan bahwa transaksi dengan BlackRock dan TiL dilakukan melalui proses yang “cepat, rahasia, dan kompetitif”. Sixt juga membantah bahwa penjualan ini berkaitan dengan tekanan politik dari pemerintahan Trump mengenai Pelabuhan Panama.

“Kami ingin menegaskan bahwa transaksi ini murni bersifat komersial dan tidak ada kaitannya dengan berita politik terbaru terkait Pelabuhan Panama,” ujarnya.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Transaksi ini diperkirakan akan memberikan hasil tunai lebih dari $19 miliar bagi CK Hutchison. Bagi TiL dan MSC, kesepakatan ini merupakan langkah besar dalam memperluas bisnis terminal pelabuhan mereka, yang menjadi bagian integral dari jaringan pelayaran global.