PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IDX: IPCC), anak usaha dari Pelindo Multi Terminal (SPMT), mempersiapkan strategi ekspansi dan investasi di Terminal Satelit Makassar (IKT Makassar), guna mengantisipasi pertumbuhan arus kendaraan dan memperkuat peran sebagai hub logistik kendaraan di kawasan timur Indonesia.
Sebagai informasi, IPCC mempunyai lima terminal satelit di Indonesia, yaitu Medan, Balikpapan, Pontianak, Banjarmasin, dan Makassar.
Untuk pengembangan area penumpukan akan difokuskan dalam memperlancar kegiatan bongkar-muat kendaraan dan kargo melalui kapal RoRo (Roll-on/Roll-off) atau Ropax (Roll-on/Roll-off Passenger) yang terus meningkat setiap tahunnya di IKT Makassar.
Realisasi Trafik Terminal Satelit Makassar

Source : Realisasi Trafik TS IKT Area Makassar Desember 2024
Catatan: Golongan I dan II (Motor), Golongan III (Mobil Penumpang), Golongan IV (Truck Kecil), Golongan V (Truck Sedang), Golongan VI (Truck Besar), Golongan VII (Alat Berat).
“Potensi pasar di wilayah timur sangat besar, dan Makassar merupakan hub logistik utama. Penambahan area penumpukan ini menjadi langkah penting untuk menunjang kebutuhan logistik kendaraan,” kata Ashar, koordinator lapangan sekaligus perwakilan dari IKT Makassar saat menyampaikan presentasinya ke media, didampingi Moch. Ilhamsyah, ASM Komunikasi Perusahaan & CSR IPCC, pada Senin (8 September).

Ada beberapa alasan yang dijelaskan Ashar dan team mengapa IKT Makassar perlu memperluas area penumpukan kendaraan setelah bongkar muat kapal Roro dari Jakarta, baik dari Terminal IKT maupun non terminal IKT.
Pertama, pada keadaan tertentu bisa tiga unit kapal RoRo sandar secara bersamaan, sehingga membuat kegiatan bongkar muat mengalami crowded.
Kedua, karena areanya berdekatan dengan Terminal Penumpang, dan sandar dengan lebih dari satu kapal penumpang, berakibat Kapal Roro harus menunggu bersandar sampai kapal penumpang itu berangkat.
“Kalaupun kapal Roro dapat bersandar, tapi posisi dermaganya jauh terminal eksisting,” jelas Ashar.
Ketiga, seringkali terjadi penumpukan di dermaga terutama kendaraan atau alat-alat berat. Ini dikarenakan harus menunggu alat angkutnya.
Keempat, pada kondisi tertentu kapasitas terpasang area penumpukan eksisting tidak mampu menampung unit kendaraan, sehingga terjadi over capacity yang pada akhirnya ditempatkan di area lokasi lain.
Kapasitas Terminal Kendaraan Satelit Makassar

Karena alasan-alasan tersebut, IPCC secara bertahap sudah mulai melakukan ekspansi sekaligus investasi dalam usaha mengembangkan aktivitas IKT Makassar.
“Selain sebagai hub logistik utama ke kawasan timur Indonesia dengan Kapal laut, IKT Makassar juga mengirim unit kendaraan melalui jalur darat untuk kawasan Pulau Sulawesi. Utamanya untuk kendaraan operasional di perkebunan atau kebutuhan truk dan alat berat pada industri pertambangan, seperti di Morowali (Sulawesi Tengah),” tambah Ashar.
Saat ini IKT Makassar hanya memiliki area penumpukan seluas sekitar 1,1 hektar dengan kapasitas total sebanyak 700 – 800 unit.
Luas CAR TERMINAL (CT) 10.807,5 m2 Kapasitas 522 Unit (Gol III)
LT I 3.795,5 m2 Kapasitas 183 unit
LT II 3.506 m2 Kapasitas 156 unit
LT III 3.506 m2 Kapasitas 183 unit
Luas Lapangan 103, 6.950 m2 Kapasitas 205 Unit (Gol III), 30 Unit (Gol VI/VII)
Buffer Area (301) 4.050 m2 Kapasitas 35 – 40 Unit (Gol IV dan V)
Strategi Pengembangan

Rencana pertama yang akan dilakukan IPCC untuk IKT Makassar dengan pemanfatan lapangan 202 / Blok S yang punya kapasitas 11.792 unit. Saat ini lapangan 202 digunakan oleh PT Multi Terminal Indonesia (MTI Multi SCM).
Lapangan 202/Blok S akan diblocking menjadi 3 area yaitu lapangan buffer truk-truk kargo dari kapal Ropax (Roro Penumpang), parkir karyawan dan lapangan penumpukan kargo kendaraan kecil milik IPCC.
Rencana kedua, secara bertahap IPCC mulai melakukan ekspansi bagi IKT Makassar dengan menempati area lapangan seluas sekitar 5 hektar dan dermaga sepanjang 500 meter milik Terminal Petikemas Makassar (TPM). Sementara itu TPK Makassar akan direlokasi ke Makassar New Port (MNP).
“Nantinya di eks TPM akan punya kapasitas terpasang area lapangan sekitar 157.933 unit/tahun. Potensi penambahan kapasitas sebesar 20% dan tentu bisa menambah income lebih dari Rp 2 milyar/tahun,” jelas Ashar.
Tambahnya, jika pada tahun 2026 terealisir ekspansi ini, IKT Makassar akan mempunyai pekerja bongkar muat (pbm) internal, yang berpotensi untuk penambahan income perusahaan.
Ekspansi IPCC dipandang penting untuk mengakomodasi proyeksi peningkatan volume kendaraan dan kargo yang didorong oleh lonjakan pembangunan sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan baik di area Sulawesi dan Kawasan timur Indonesia.
Rencana ini juga sejalan dengan komitmen Pelindo Group untuk mendorong peningkatan infrastruktur pelabuhan dan memperluas layanan logistik secara nasional.

