Sebagai bagian dari transformasi digital di seluruh armada kapalnya, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), salah satu BUMN pelayaran nasional mulai mengimplementasikan Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO).
Secara tehnis, Satelit LEO (Low Earth Orbit) berada sekitar 1.200 km dari Bumi, menawarkan solusi yang lebih baik dalam segi latensi (waktu delay) ketimbang satelit Geostasioner yang mengorbit 36.000 km di atas Bumi. Untuk dapat merasakan pengalaman internet yang terdepan, device dengan teknologi satelit LEO yang kompeten dengan latensi rendah 1 : 10 dari satelit Geostasioner yang bisa mencapai 600ms.
Modernisasi sistem komunikasi ini ditempuh melalui kerja sama strategis dengan PT Dwi Tunggal Putra (DTP) untuk periode 36 bulan mendatang.
Kerja sama ini ditandai dengan dilaksanakannya Kick Off Meeting Pengadaan Layanan SisKomKap di atas Kapal KM Nggapulu, Pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa (27/1), yang dihadiri oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati, Direktur Utama PT Dwi Tunggal Putra Sugeng Alfien, Vice President for Southeast and East Asia Eutelsat Bala Balamurali, Vice President Teknologi Informasi PELNI Angga Krisosa, serta Nakhoda KM Nggapulu Capt. Roberto Matualage.

Layanan SisKomKap yang akan diimplementasikan mencakup infrastruktur antara lain bandwidth tinggi, IP Phone (VoIP), Satellite Phone, serta penguatan keamanan siber di setiap kapal.
Fitur tambahan meliputi analisis On Time Performance (OTP) dan Automatic Identification System (AIS) receiver untuk memantau kondisi sekitar kapal secara real-time.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati menyampaikan bahwa digitalisasi adalah bagian penting dalam merealisasikan visi dan misi perusahaan yang harus diimplementasikan di seluruh lini proses bisnis, termasuk operasional kapal sehari-hari.
“Proyek ini tidak hanya memperkuat infrastruktur komunikasi di armada kami, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen PELNI dalam menerapkan Good Corporate Governance serta meningkatkan keselamatan pelayaran,” ujar Anik.
Lanjutnya bahwa dengan teknologi LEO, kapal penumpang PELNI dapat memberikan layanan komunikasi yang lebih andal, mendukung koordinasi real-time antarawak kapal dan darat, serta memastikan kenyamanan penumpang.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan PT Dwi Tunggal Putra dalam pengadaan layanan SisKomKap berbasis LEO. PELNI berkomitmen untuk terus bertransformasi digital, sejalan dengan visi PELNI menjadi pelayaran unggul dan berdaya saing global yang mendukung konektivitas serta ekosistem logistik maritim Indonesia,” tambah Anik.
Dengan mengintegrasikan inovasi teknologi seperti SisKomKap berbasis LEO, PELNI terus berupaya meningkatkan keselamatan operasional dan kualitas layanan penumpang.
Selain itu, diharapkan juga dapat memperkuat konektivitas antar wilayah, mendukung pertumbuhan ekonomi maritim, serta berkontribusi pada efisiensi logistik nasional.

