Skip to content

PELNI dan Tim Kodaeral III Amankan Temuan DG Air Raksa Di KM Nggapulu

Sebagai perusahaan pelayaran negara terbesar di Indonesia, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT PELNI berkomitmen menjadikan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama, sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang serta seluruh aktivitas operasional perusahaan.

Belum lama ini, pada Selasa (2 Juni), PELNI berkoloborasi dengan  TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III mengamankan temuan 42 jerigen berisi cairan merkuri (air raksa) pada saat pemeriksaan barang di KM Nggapulu di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Barang kategori Dangerous Goods (DG) itu ditemukan dari pemeriksaan rutin petugas terhadap barang-barang yang dibongkar dari KM Nggapulu setelah kapal sandar di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam proses verifikasi dokumen dan pemeriksaan fisik barang, petugas menemukan adanya ketidaksesuaian antara informasi yang tercantum pada dokumen pengiriman dengan isi barang yang sebenarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas menemukan satu koli berisi 42 jerigen dengan total berat sekitar 544 kilogram yang berisi cairan merkuri.

Setelah dilakukan pengamanan awal oleh petugas di lapangan, barang temuan tersebut selanjutnya diserahkan kepada Tim Kodaeral III untuk diamankan dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

“Atas nama manajemen PELNI, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI AL melalui Tim Liaison Officer (LO) PELNI yang bertugas di Pelabuhan Tanjung Priok atas kesigapan dan profesionalisme dalam mengamankan temuan tersebut. Langkah cepat yang dilakukan di lapangan menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan operasional pelayaran dan memastikan seluruh aktivitas pengangkutan barang berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Heri Purnomo, Direktur SDM dan Umum PELNI dalam keterangan pers bersama Tim Kodaeral III.

PELNI, tambah Heri, akan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh aparat berwenang dengan menyediakan data dan informasi yang diperlukan.

Adapun kerja sama antara PELNI dan TNI AL telah berlangsung selama dua tahun terakhir melalui penempatan personel TNI AL sebagai perwira penghubung (LO) di Kantor Pusat PELNI serta di sejumlah kantor cabang utama, yakni Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Ambon.

Kehadiran LO tersebut juga menjadi bagian dari upaya penguatan pengamanan operasional dan pengawasan aktivitas kepelabuhanan.

Sebagai contoh, pada periode angkutan puncak seperti Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru, PELNI bersama TNI AL juga memperkuat pengamanan melalui penambahan personel di pelabuhan maupun kapal guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Dalam setiap kegiatan usaha, PELNI senantiasa mengedepankan kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku dan mendukung upaya penegakan hukum oleh aparat berwenang.