*Suasana diskusi antara DPP Aptrindo dengan Tim PP INSW
Tim Pengelola Portal (PP) Indonesia National Single Window (INSW), pada Rabu (24/10/2018) menyambangi Kantor DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) untuk menggali apa saja penyebab lamanya proses pengeluaran barang di Pelabuhan Tanjung Priok.
Tim PP INSW, yang dipimpin Hari Setiyadi, Kadiv Harmonisasi dan Transformasi Proses Bisnis mengatakan tim tersebut sedang melakukan kajian untuk mempercepat pengeluaran barang dari pelabuhan sehingga dwelling time bisa turun.
Saat ini dwelling time di lima terminal impor/ekspor Pelabuhan Tanjung Priok rata rata masih 3,33 hari dan teringgi di Terminal 3 sebesar 3,69 hari.
Ketua DPP Aptrindo Gemilang Tarigan mengatakan banyak hal yang dapat mempengaruhi lamanya pengeluaran barang di pelabuhan dari sisi proses pengangkutan.
“Misalnya kita sudah dapat order. Saat mau keluarkan barang ternyata Delivery Order (DO) sudah mati atau kadaluarsa, sehingga harus menunggu perpanjangan lagi,” kata Tarigan.
Tarigan juga mempertanyakan apakah penurunan dwelling time berperan menurunkan biaya logistik? Karena tingginya ongkos logistik di pelabuhan paling dominan akibat tarif progresif 900% dan sistim pinalti.
Tarif progresif dulu dimaksudkan agar importir segera mengeluarkan barang dari pelabuhan. Tapi kenyataan tidak mencapai sasaran, tambah Tarigan.
Ada pula importir yang sekali mengimpor bahan baku sampai 200 kontainer sekaligus, sehingga tidak mungkin bisa keluar dengan cepat.
Pengusaha angkutan sekaligus pengurus DPP Aptrindo Gagan Gartika mengatakan keterlambatan pengeluaran barang juga sering diakibatkan barang terkena Pemindahan Lokasi Penimbunan (PLP). ” Misalnya barang baru sebagian di-OB sehingga tidak bisa keluar hari itu.”
Selain itu mau mengeluarkan barang, tapi jatuh pada hari libur dan pabrik tutup, akhirnya menginap lagi di pelabuhan, kata Gagan.
Pengusaha angkutan lainnya Ingkari menimpali barang sering tidak keluar cepat karena Depo dan Pelayaran belum semuanya beroperasi 24/7 (24 jam sehari dan 7 hari seminggu).
Dalam kesempatan itu Ketua DPD Aptrindo DKI mengusulkan kepada pemerintah agar data baseangkutan barang atau Sistem Angkutan Barang (SIAB) yang sudah dibangun Aptrindo dimasukkan dalam portal INSW.

