*Kemacetan di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok
Kemacetan akses jalur logistik dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok, jika dilihat secara utuh ada keterkaitan dengan pembatasan jam operasi angkutan barang di Tol Cikampek, mahalnya tarif tol akses Tanjung Priok dan layanan di NPCT.1 masih rendah.
Demikian pendapat Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Mustajab Susilo Basuki dalam bincang bincang dengan Indonesia Shipping Gazette, Minggu (27/5/2018).
Mustajab mengatakan pada pk 06.00 s/d 09.00 truk angkutan barang tidak boleh melintas tol Cawang Cikampek sehingga terjadi penumpukan truk di jalur Tol Cikunir menunggu jam buka larangan tersebut.
Kondisi ini berimbas pada kendaraan memenuhi seluruh badan jalan Tol Cikunir tsb yang akan menuju ruas Tol Lingkar Luar arah jalan TB Simatupang, Pasar Rebo dan Pondok Indah.
Apalagi di ruas sekitar Bintara dan Kali Malang kendaraan sering tidak bisa lewat karena terhalang /tertutup truk-truk yang antri menunggu jam buka pembatasan operasi pk.06.00-09.00 tsb.
Kondisi macet di Cikunir ini menyebabkan kendaraan besar dari Tanjung Priok akan menuju ke arah Cikampek memilih lewat bawah (jalan arteri) di sekitar Cacing.
Kendaraan enggan masuk Tol Akses Tanjung Priok karena taifmya terlalu mahal. Padahal jalan arteri Cacing tersebut memang sehari hari sudah macet dampak kegiatan Depo Kontainer di sepanjang jalan Cacing ditambah antrian kendaraan yang akan uji kier di PKB Cacing.
Macet di JL Cacing ini sering nembuat ekor antrian bisa sampai ke Marunda dan Bogasari (dilihat pakai drone lebih tampak lagi).
Parahnya lagi ditengah-tengah ruas jalur tersebut terdapat jalur menuju Gate In NPCT 1 yang juga menyumbang kemacetan parah di ruas jalan tersebut.
Mustajab mengatakan kemacetan di NPCT One karena proses bongkar muat yang lama dan traffic dari dan ke terminal tersebut sangat buruk.
Kondisi ini diperparah lagi ruas jalan tol Yos Sudarso depan kantor Walikota Jakut yang akan masuk tol arah pintu 9 depan JICT macet total, kata Mustajab.

